“Jangan mengecewakan orang yang memberi kepercayaan. Tapi wujudkan kepercayaan itu dengan dedikasi dan tanggung jawab.” -Mas Redjo
…
Alasan saya sederhana. Jika kita tidak mau dikecewakan, ya, jangan mengecewakan orang lain. Apalagi, ketika dipercaya, meski untuk melakukan hal kecil, remeh, dan sederhana. Dipercaya itu adalah suatu kehormatan yang harus diwujudnyatakan dengan tuntas dan penuh tanggung jawab.
Pengalaman dari seorang teman, BS tidak sekadar menginspirasi, tapi juga amat memotivasi saya dalam meneladani semangat kerendahan hatinya.
Bagaimana tidak. Ketika BS diminta oleh Bos untuk survei ke pasar tradisional di seputaran DKJ. Karena Bos mau membuka usaha baru. Istilahnya, BS turun gengsi. Karena ia lulusan luar negeri, mempunyai anak buah, dan ruang kerjanya nyaman. Tapi ia harus berpanas-panasan di bawah terik matahari dan berbecek-ria di pasar.
Sedang survei yang dilakukan itu tidak ada kaitannya dengan bidang pekerjaannya. Ia juga tidak menggunakan mobil, tapi diantar kurir dengan naik motor! Alasan Bosnya, jalanan macet. Sedang motor itu lebih leluasa berslap-slip.
Ternyata survei di bidang baru itu mengubah jalan hidup dan nasib BS. Ia sukses membangun pabrik sendiri.
Kunci sukses BS dalam bekerja juga luar biasa. Jika banyak orang lebih menomersatukan pekerjaan yang bonafid dan gaji besar, BS berbeda. Ia merintis dari bawah, “Tunjukkan kualitas dalam bekerja, maka rezeki itu akan mengikutimu.”
Tidak hanya itu, meski BS telah mempunyai pabrik, ia tidak sombong, bahkan makin rendah hati. Karena ia mau menjalankan tugas perutusannya dengan jadi pengurus Gereja.
“Jangan menolak dan merasa tidak pantas, ketika kita dipilih dan diminta untuk bekerja di ladang Tuhan. Jalani semua itu dengan sukacita dan ikhlas. Anugerah-Nya luar biasa,” BS memotivasi saya agar tidak ragu.
Saya termangu di ujung bimbang. Karena saya tidak muda lagi. Saya ingin sekali ada regenerasi, estafet kepengurusan di lingkungan Gereja. Untuk pembaharuan itu diserahkan pada mereka yang muda.
Saya mengangguk. Dengan semangat pertobatan, ketaatan, dan kerendahan hati itu makin memantapkan jiwaku untuk menanggapi tugas perutusan-Nya.
“Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan. Dan jadi baru seluruh muka bumi…”
…
Mas Redjo

