Pada suatu waktu, saya mengikuti ‘Camp Pria Sejati’ sebagai peserta yang diselenggarakan oleh Chatolic Family Ministry. Sekarang, saya juga sering mendampingi jalannya camp ini. Saya merasa kasih Tuhan menyentuh hati banyak pendosa. Segala kepahitan dan dosa diangkat dan dilepaskan. Orang hidup secara baru. Tidak ada orang yang tidak berdosa, karena di dalam diri orang selalu ada segi keburukan dan kebaikan. Yang ada dalam diri manusia, tapi tidak ada dalam diri Malaikat adalah keburukan. Demikian juga yang ada dalam diri manusia, tapi tidak ada dalam diri Iblis adalah kebaikan. Oleh karena itu, manusia bisa jatuh dalam keburukan atau dosa.
Tuhan dengan kasih-Nya menjadikan orang bertobat itu akhirnya dipakai oleh-Nya. Kita mau bercermin dari pengalaman tiga tokoh dalam sabda Tuhan hari ini, yaitu Yesaya, Paulus, dan Petrus. Tokoh-tokoh ini memiliki cerita masing masing dengan latar belakang keburukan yang berbeda-beda. Nabi Yesaya mendapatkan penglihatan akan Tuhan, dan dia menyadari siapakah dirinya, “Celakalah aku, aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir.” Lingkungan tidak baik dan dirinya juga berada dalam keadaan yang tidak baik, yaitu najis bibir.
Demikian juga dengan Paulus. la mengatakan, “Aku yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut Rasul, sebab aku telah menganiaya jemaat.” Petrus juga tidak luput dari dosa dan dia mengakui, “Tuhan, pergilah dariku, karena aku ini seorang yang berdosa.”
Apakah ketiga tokoh ini sudah layak dan suci lalu dipanggil Tuhan untuk menjadi rasul-Nya? Tuhan selalu melihat, bahwa selalu ada kebaikan dan potensi positif dalam diri manusia khususnya dalam diri Yesaya, Paulus, dan Petrus. Sehingga, karena kasih karunia Tuhan mereka menjadi Nabi, Rasul yang mempertobatkan banyak orang jadi baik.
Kita semua juga tidak luput dari sisi keburukan dalam diri kita dengan latar belakang peristiwa yang berbeda-beda yang membuat kita jatuh dalam dosa. Namun, percayalah kasih Tuhan menuntun kita pada pertobatan dan Dia memakai kita untuk jadi penjala-penjala manusia yang membawa pada kehidupan dan bukan kematian.
Mari kita menggunakan kesaksian hidup kita, perubahan hidup dan buah-buah hidup sebagai jala untuk menjala orang kepada pertobatan sejati.
“Tuhan Yang Maha Baik, kami ini rapuh dan lemah. Sering kali melanggar perintah-perintah-Mu. Kami Mohon ampun atas dosa dan kelemahan kami. Pakailah kami sesuai dengan rencana-Mu.” Amin.
Ziarah Batin

