Simply da Flores
…
Nama dan jabatanmu
dihargai umat dan dibanggakan
Doa dan ibadahmu
dicatat bumi dilihat langit
Sang Maha Suci
menyatu dalam nafasmu
Sang Maha Kuasa
mengalir dalam darahmu
Ada rindu akan amal imanmu
ada damba pada tauladanmu
Karena pribadimu tokoh agama
kami harapkan tuntunan dan tauladan
Kami percaya pribadimu
sungguh telah diberkahi Allah
menuntun iman kami umatmu
Saat dirimu memilih
mengikuti jalan selera harta
kami bingung berkaca melihat
Ketika kata dan doamu hambar
karena berbeda dengan amal tabiatmu
Kami umat diam tertunduk
dalam tanya menggugat diri
masihkah engkau pantas dipercaya
Layakkah dirimu disebut tokoh agama
Waktu menyaksikan lakon kemunafikanmu
ada luka teriris di nurani jiwa
ada galau menikam nalar
ada perih pedih dalam rasa
ada getir lara mengoyak raga
Kepada siapakah kami andalkan
mendalami iman dan belajar doa
Kepada siapakah kami meneladani amal ibadah
Masihkah engkau hormat sujud
kepada Sang Maha Suci
seperti doamu dan ajaranmu
Wahai tokoh agama munafik
mengapa membalut selera dengan atribut agama
Mengapa iman ditukar dengan kepentingan politik dan ekonomi
Di manakah cerdas waras pikiranmu
Masikah ingat makna doa dan ibadahmu
Apakah amalmu sejalan doamu
Mengapa harus bermain sandiwara
Kami umat diam tetapi melihat
dan tak bisa ditipu kata janji
Kami umat hidup di zaman digital
yang membawa beragam informasi
dan melatih kecerdasan beriman
Kemunafikan dengan jabatan agama
Kerakusan dan ketamakan
dengan topeng ayat-ayat suci
kini semakin sulit disembunyikan
Wahai tokoh agama munafik
Sadarlah…
jejak digital sulit dihapus
umatmu semakin cerdas waras
Iman tak pantas ditukar harta
Agama tak wajar dipolitisasi
karena yakin bisa membodohi umatmu
Apalagi kepada Sang Maha Mengetahui
Bertobatlah…
demi saat ajal matimu
dan untuk damai jiwamu

