Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Jadilah ibarat sebuah
tong sampah bagi
sesamamu.”
(Amanat Kearifan Hidup)
“Saya ini ibarat sebuah tong sampah,” demikian ucapan presiden kelima RI, Megawati Soekarno Putri dalam sebuah kesempatan. Kelak ucapan itu seingat saya, justru mendatangkan banyak cibiran serta cemoohan kepadanya.
Apa Artinya Jadi Tong Sampah?
Sudah sangat sering dan bahkan sudah sangat umum, kita mendengar ucapan seorang tokoh atau pemimpin yang mengidentikkan dirinya dengan atau sebagai ‘sebuah tong sampah.’
Adapun dalam konteks ini, makna dari ungkapan ‘tong sampah’ adalah ‘sesosok pribadi yang jadi tempat orang menyampaikan aneka permasalahan hidupnya.’
Dia bersedia untuk mendengarkan dengan tanpa menilai atau mengadilinya. Jadi, sosok pribadi itu diibaratkan laksana sebuah tong sampah tempat orang membuang aneka problema hidupnya.
Sebuah Kesaksian
Ajahn Chah, guru saya di Thailand, mengatakan, bahwa para biksu harus jadi sebuah tong sampah. Para biksu, khususnya biksu-biksu senior, harus duduk di wiharanya, mendengarkan keluh-kesah orang-orang yang datang dan menampung semua sampah mereka. Mulai dari masalah pernikahan, kesulitan mengasuh anak remaja, kericuhan dengan relasi, masalah-masalah keuangan yang harus didengarkan. Saya tidak tahu kenapa begini. Karena tahu apa biksu yang hidup selibat tentang masalah perkawinan? Kami meninggalkan keduniawian untuk menyingkir dari sampah-sampah seperti itu, tetapi karena belas kasih, kami duduk mendengarkan, membagi kedamaian kami, dan menerima segala sampah.
Kemudian ada tambahannya yang merupakan bagian terpenting dari nasihat itu. Asal kami jadi sebuah “tong sampah yang dasarnya bolong.”
(Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya).
Apakah Anda pun sebuah Tong Sampah?
Setelah mengetahui penjelasan, baik secara definitif pun berdasarkan analisisnya, maka mengertilah kita, makna sejati dari adagium ‘sebuah tong sampah.’
Untuk dapat berperan layaknya sebagai sebuah tong sampah bolong yang ideal, tentu dibutuhkan sejumlah persyaratan, bukan?
Layakkah Anda Jadi Sebuah Tong Sampah?
Apakah Anda harus jadi seorang biksu agar dapat berperan sebagai sebuah tong sampah? Tentu tidak! Lalu bagaimana syaratnya?
Anda tentu, perlu…
- Memiliki kedewasaan jasmani pun rohani. Sehingga mampu untuk mendengarkan.
- Memiliki kemauan tulus untuk sudi mendengarkan.
- Memiliki pemahaman psikologis agar mampu menyimpan rahasia dan tidak menghakiminya.
- Memiliki sikap simpatik dan mampu berempati dengan orang yang datang kepadamu.
Menilik pada sejumlah persyaratan praktis dan ideal ini, tentu Anda mampu untuk berperan sebagai sebuah tong sampah di dalam hidup ini. Bukankah justru lewat peran ini, Anda dapat jadi saluran rahmat Tuhan bagi orang yang membutuhkan pertolongan?
Mari jadilah ‘sebuah tong sampah bolong’ dalam hidup yang sejatinya sedang tidak baik-baik saja ini!
…
Kediri, 8 Februari 2025

