“Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat” (Mrk 6: 18-19).
Menegakkan kebenaran itu bukan hal yang mudah. Ketika melihat kesalahan yang dilakukan oleh Herodes, Yohanes dengan berani menegurnya dan menunjukkan kesalahannya. Hal ini dilakukan, karena ia menghendaki agar Herodes bertobat. Namun, ternyata niat baiknya itu justru membuat Yohanes harus berhadapan dengan kekejian dan kematian. Hal ini adalah bentuk kemartiran yang sesungguhnya. Semangat yang dapat kita teladani dari Yohanes, yakni keberanian untuk membela kebenaran dan kepedulian akan keselamatan jiwa orang lain.
Mari kita merefleksikan: Apakah ada semangat yang berkobar dalam diri kita untuk membela kebenaran Tuhan, atau semangat untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang tenggelam di dalam dosa? Apakah kita mau berjuang untuk melindungi kemurnian sesama?
Tuhan, tumbuhkanlah cinta akan kebenaran-Mu dalam diri kami, semangat dan keberanian untuk menghayati serta memperjuangkannya.
Sr. Jia Lu, P. Karm
Jumat, 07 Februari 2025
Ibr 13:1-8 Mzm 27:1.3.5.8-9 Mrk 6:14-29
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

