“Mangan ora mangan ngumpul (makan tidak makan kumpul).” Pepatah Jawa ini mau menunjukkan pentingnya hidup keluarga atau komunitas. Komunitas yang baik adalah komunitas yang berisikan orang-orang yang berkehendak baik. Oleh karena itu, dalam Surat kepada umat Ibrani, kita diajak bersyukur telah masuk dalam lingkungan Ilahi. Kita telah datang ke Bukit Zion, Yerusalem Surgawi dan kepada beribu-ribu Malaikat, suatu kumpulan yang meriah. Kita berada dalam kumpulan anak-anak Allah.
Tuhan Yesus juga membangun kumpulan para rasul yang berjumlah 12 orang. Komunitas itu berisi orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus. Dia mengutus para rasul-Nya tidak sendiri-sendiri, tapi berdua-dua. Inilah pentingnya hidup komunitas yang selalu saling mengingatkan, meneguhkan, dan menjadikan perutusan sebagai karya bersama yang dipercayakan Tuhan kepada mereka. Setelah menjalankan perutusan, mereka kembali lagi bersama dalam komunitas.
Santo Paulus Miki dan kawan-kawan sudah membuktikan, bagaimana menjadikan komunitas sebagai kekuatan untuk bersaksi, bahkan saling menguatkan dalam menjalani kemartiran.
Pada zaman sekarang, di mana orang cenderung individual, maka pentinglah kita membangun hidup komunitas baik di lingkungan maupun di kelompok-kelompok kategorial. Untuk anak-anak muda, mari bergaul dalam komunitas yang berisikan anak muda yang memiliki kehendak baik.
“Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Luhur. Kepada-Mu kami mohon rahmat persekutuan di antara kami. Semoga kami mau terlibat dalam membangun persekutuan Kristiani yang menampakkan keagungan kasih-Mu di dunia.” Amin.
Ziarah Batin

