Simply da Flores
…
Ada tontonan paradoks di negeri ini
Korupsi terus beranak pinak
bahkan sudah jadi budaya
serta kebanggaan pejabat maling rakus
yang tersenyum dengan baju oranye
tanpa malu bernyanyi di depan wartawan
bisa memiliki istana di penjara
Tak peduli sumpah jabatan
“Atas nama Sang Pencipta sesuai Imannya”
Jabatan dijadikan kesempatan maling
Kewenangan dipakai merampok uang rakyat
Kekuasaan dimanfaatkan menumpuk harta
Setiap kesempatan bisa dimanipulasi
untuk kolusi dan mencuri
Banyak pihak dilibatkan kerja sama
untuk menguras hak rakyat NKRI
dengan menghalalkan segala cara
dengan kepandaian mengatur kata dan angka
dengan menguasai sistem dan aturan
Bahkan menyogok penegak hukum
dan aparat keamanan negara
serta menyeret tokoh agama
Wahai para pejabat koruptor
apakah lupa akan sumpah jabatanmu
apakah masih takut Tuhan dan imanmu
di makakah malu dan hormatmu pada orangtua dan leluhurmu
Mengapa tak cukup hak keringatmu
Apakah kecerdasan pikiranmu hilang
Apakah lupa akan janji tugasmu
Di mana tanggung jawab dan kewajibanmu
bagi rakyat bangsa dan NKRI tercinta
Di bawah kibar Merah Putih
kami titip semua tanya padamu
karena kalian pejabat negara
ada hak dan ada kewajiban
Dan
kalian bukanlah pribadi yang sakit cacat
dengan pikiran sinting dan buta nurani jiwa
saat dilantik jadi pejabat
Pada debu tanah tali pusarmu
kami rakyat basuh air mata berdoa
menggugat kesadaran cerdas pikiranmu
Bersama harkat martabat leluhurmu
kami ingatkan karma saat matimu
Di bawah kepak sayap Garuda Pancasila
kami titip segala rindu damba
tentang cita-cita Proklamasi
Bersama para pahlawan bangsa
kami heningkan cipta berdoa
Semoga pribadimu menengok ke dalam
memaknai hakikat jiwa raga sejati
Engkau manusia bermartabat luhur
diberkahi sinar Sang Ilahi
didandani ilmu dan kebijaksanaan
untuk mengisi kemerdekaan NKRI
dengan tugas dan tanggung jawab
sebagaimana lantang engkau bersumpah
Wahai pejabat koruptor …
entah yang sudah di penjara
entah yang masih proses hukum
entah yang sedang melakukan maling
entah yang tertarik dan belajar mencuri
entah yang berpesta pora dengan hasil maling
Sadarlah dan bertobatlah
bukalah matamu melihat hati nurani
tengoklah keluarga dan rakyat bangsa
Yakinlah sekarang zaman digital
Sang Waktu pasti membuka aibmu
debu tanah mencatat jejakmu
sinar mentari melihat malingmu
Sang Pencipta Maha Melihat

