Langkah kaki kita sudah tidak terhitung lagi. Semua itu tercatat dalam buku kehidupan kita.
“Dari mana, ke mana, dan sedang di mana?”
Semua itu tercatat rapi. Jadi, jangan asal melangkah. Tapi terarah dan fokus ke tujuan, karena hidup ini harus dimaknai.
Tutur kata kita sudah tidak terhitung lagi. Semua itu juga tercatat di buku kehidupan kita.
“Apa, dengan siapa, dan untuk apa kita berkata-kata itu?”
Kata-kata kita semua itu tersusun rapi dan ada catatan waktunya dalam buku kehidupan kita. Jadi, jangan sembarangan dan sembrono dalam berkata-kata. Karena berkata-kata yang baik atau buruk itu menunjukkan kepribadian kita.
Begitu pula dengan tindakan kita ini sudah tidak terhitung lagi. Semua tercatat rapi dan ada urutannya dalam buku kehidupan kita
“Untuk apa, kepada siapa, dan kapan bertindak?”
Jadi jangan sembarangan dalam bersikap dan bertingkah-laku. Karena perilaku itu menunjukkan kedalaman iman kita.
Akhirnya, kita mau melangkah, bertutur-kata, dan bertindak yang baik atau yang jahat?
Buku kehidupan itu ditentukan oleh kita sendiri untuk mengisinya. Tuhan ‘membantu’ mencatatnya. Suatu saat, catatan itu akan ditunjukkan kepadamu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

