Luk. 2: 22-40
Pada pesta ini, kita diingatkan untuk merenungkan tentang:
I. Bagi Diri Sendiri
1) “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah” (ayat 23).
- Ingatlah, bahwa sejak lahir dan dibaptis, kita sudah dikuduskan bagi Tuhan.
2) “Anak itu bertambah besar dan jadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya” (ayat 40).
- Apakah sebagai seorang anak, kita masih belajar taat, setia, dan sopan di hadapan orangtua yang melahirkan dan membesarkan kita?
II. Bagi Orangtua (Keluarga)
1) “Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan” (ayat 22).
- Apakah setiap orangtua masih mendidik dan menemani putra-putri mereka dalam hal pertumbuhan iman, yang terekspresi dalam hal; misalnya menghantar ke Gereja untuk menghadiri Misa Kudus dan melakukan doa bersama di rumah pada setiap momen?
2) “Bapa serta Ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia” (ayat 33).
- Apakah setiap permasalahan dalam rumah tangga dapat diselesaikan dengan jalan damai?
III. Bagi Kita Semus
Ingatlah, bahwa kita dilahirkan dalam keadaan suci, karena citra Allah yang terpatri dalam diri kita, maka hendaklah kita bisa menjalani hidup yang suci pula.
Marilah menguduskan diri kita masing-masing, maka semua keluarga akan jadi kudus di hadapan Tuhan.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

