Pagi ini teman saya dari grup ‘Good Morning’ bercerita dan minta dibantu doa . Usianya sudah 78 tahun. Kisahnya demikian:
“Hallo kawan, besok hari Minggu jam 6 pagi, saya akan ke Pekalongan sendirian, naik bus (7 jam lama perjalanan), mau menjenguk cicik saya yang berumur 2 tahun di atas saya (80 th). Dia sakit lumayan gawat, dia seperti saya tinggal sendirian. Saya mau memasukkan di rumah lansia Katolik, karena 2 anaknya laki dan perempuan sudah tidak mau menjenguk, saya nggak tau masalahnya.”
“Jadi sebelum berlarut saya ingin Cicik ada yang ngurus. Sudah dimensia, tak mengenal dirinya dan anaknya. Semoga dia mau tinggal di rumah lansia yang di pimpin para biarawati Katolik. Kasihan banget melihatnya!”
“Doakan saya kawan, agar lancar dan niatku dikabulkan Tuhan.”
‘Speechless’, tidak bisa komen lagi. Tindakan kawan saya ini, dia seorang Ibu, yang sudah sangat lanjut, mengatakan jauh lebih banyak dari ratusan kata-kata tentang artinya persaudaraan.
Terima kasih kawan, kau telah memberiku contoh agar saya melakukan hal yang sama. Saya juga ada saudara, istri kakak saya yang sudah kritis, harus HD 2x seminggu karena diabet. Rumah jauh dari RS. Untuk tujuan itu mereka kini tinggal di rumah adiknya yang juga menderita DM. Saya sudah berniat berkunjung, tapi belum kesampaian. Saya akan segera menemuinya. Naik bus saja.
Salam sehat.
…
Jlitheng

