Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kehancuran sebuah bangsa datang tatkala sirnanya identitas dan harga diri para anak bangsa.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Sikap Salah Kaprah
Manusia dari berbagai bangsa dan di segala abad di atas muka bumi ini, sejak semula sudah cenderung dan getol untuk membangun peradabannya lewat pembangunan fisik semata. Mereka ternyata telah melupakan, bahwa misteri terbesar dari majunya peradaban sebuah bangsa, justru datangnya dari faktor keunggulan sumber daya manusia (SDM).
Bangsa Cina misalnya, yang merasa diri super dan tidak terkalahkan, ketika mereka sangat sibuk serta berbangga dengan membangun tembok raksasa yang mengelilingi bangsanya.
Namun, apa daya, ternyata sejarah telah membuktikan, bahwa para musuh, jauh lebih cerdas daripada mereka. Para musuh justru tidak meruntuhkan tembok raksasa itu, tapi dengan cara menyogok para pengawas tembok. Aspek yang dijajah, justru faktor kerapuhan para anak bangsanya. Pada titik penting ini, kita diingatkan, bahwa kerapuhan sebuah bangsa, justru terletak pada aspek kerapuhan kualitas manusianya.
Tiga Cara Menghancurkan Peradaban Sebuah Bangsa
Bagaimana misteri terdahsyat untuk menghancurkan peradaban sebuah bangsa?
- Hancurkan Tatanan Keluarga: Bukankah anggota keluarga adalah donatur terbesar bagi peradaban sebuah bangsa? Sadarkah kita, jika sebuah keluarga itu kuat, maka akan kuatlah bangsa itu.
Kita dapat membayangkan, bagaimana remuknya sebuah bangsa, jika para Ibu rumah tangga justru lupa untuk merawat dan mendidik anak keturunannya. Tapi mereka justru bersibukria sebagai wanita karier.
- Hancurkan Sistem Pendidikannya: Karena faktor pendidikan adalah roh utama dari pembangunan peradaban dan kemanusiaan. Apa jadinya, jika sebuah bangsa yang tanpa memiliki sistem pendidikan yang memadai?
Semisal, para guru kita yang justru dibebani dan direcoki dengan segudang tugas administrasi yang berdampak mereka lupa untuk mendidik generasi muda kita sebagai calon pemimpin bangsa.
- Hancurkan Spirit Keteladanan Para Pemimpin dan Rohaniwan: Mereka digoda dan diarahkan kepada cara-cara untuk berpolitik serba pragmatis yang justru berorientasi pada aspek kuasa dan materi semata.
Hal ini justru akan berdampak penghancuran peradaban bangsa, karena sudah ketiadaan faktor suri teladan handal dari para pemimpin bangsa.
(Dari berbagai Sumber)
Dari ketiga buah fenomena penting ini, justru secara perlahan namun pasti akan meruntuhkan peradaban sebuah bangsa.
Gerakan Membangun Kesadaran
Semoga lewat roh dari tulisan ini, kita kembali terjaga untuk segera menata pikiran dan hati kita sebagai anak bangsa ini.
Mari kita membangun kesadaran dari dalam diri kita untuk menyadari dan kembali menata diri dengan mengokohkan ketiga pilar utama dari pembangunan peradaban sebuah bangsa.
Pilar keluarga, pendidikan, dan keteladanan dari semua pihak yang diawali dari dapur keluarga, taman pendidikan, serta keteladanan handal.
Mari kita berbenah diri!
…
Kediri, 2 Februari 2025

