“Menghidupi perbuatan baik agar saat kita susah, kebaikan itu datang menyelamatkan kita.” -Mas Redjo
…
Untuk kesekian kali, saya ditolong dan diselamatkan oleh tangan kebaikan itu. Karunia kasih Tuhan dinyatakan!
Untuk kesekian kali pula, ketika di saat sulit pertolongan itu datang tidak terduga dan tidak terpikirkan oleh saya.
Hidup ini adalah keajaiban demi keajaiban, dan nyata!
Jujur, ketika saya diminta untuk mensyeringkan iman, “Apakah hidup ini berat dan sulit?”
Dengan tegas, saya menjawab, bahwa berat dan sulit itu datang dari pikiran sendiri. Ketika kita egois dan mengkerdilkan diri, karena ingin jadi pusat perhatian. Sehingga hidup ini jadi berbeban berat dan sulit.
Sebaliknya, ketika hidup ini untuk memberi dan berbagi pada sesama, secara perlahan, tapi pasti beban hidup kita diringankan. Bahkan hidup ini serasa tiada beban.
Dengan berserah total pada Tuhan untuk menjalani dan menikmati hidup ini yang adalah saluran berkat-Nya.
“Tidak nyinyir, komplain, berontak, dan menolak, ketika kenyataan pahit dan sulit itu mendera dalam hidup ini.”
Tujuannya agar kita tidak mencari atau menyalahkan orang lain. Tapi kita diajak untuk berani menerima kenyataan itu dan mensyukurinya sebagai anugerah Tuhan.
Kita menyederhanakan pikiran ini agar tidak ‘kemrungsung’ dan jauh dari stres. Karena sejatinya kita diuji oleh pikiran dan keinginan sendiri.
Percaya dan imani dengan mantap hati untuk berjuang dan betekun doa, karena Tuhan mempunyai rencana yang terbaik dan terindah dalam hidup kita.
Dengan iman, harapan, dan kasih, kita percaya mukjizat Tuhan itu nyata!
…
Mas Redjo

