Simply da Flores
…
1.
Hamparan pasir pantai romantika
menarik jemari kita menulis sajak asmara
setelah buih ombak membasuh wajah
dan gelombang membuai rasa
Lalu
samudra kehidupan menerjang pantai
menghapus pesona kisah cerita
Damba berlayar ke pelabuhan nurani
Rindu meraih puncak sanubari
2.
Ada jejak nostalgia di bukit berbunga
mekarkan kembang pelangi jingga
Kupu-kupu datang memanen harapan
Kumbang hadir memetik rembulan
Aroma semerbak dibawa angin
bercerita pada padang ilalang
berkisah pada hutan rimba
berkabar pada kemilau metropolitan
3.
Waktu berlari tak terkejar
tinggalkan tanya dan damba
pada kembang yang layu terkulai
pada gugur dedaunan kering
Kupu-kupu dan kumbang kertas
lumat diguyur hujan musim
Kalimat asmara ditelan debu tanah
Bait romantika dihapus ombak
Kita terus diubah ruang dan waktu
seribu kisah cerita telah ditulis
sejuta jejak sudah terpatri
Antara lembaran fakta kemarin
dan halaman kenyataan hari ini
Ada rindu dan damba tersisa
bertemu mentari esok pagi
untuk merajut bait mimpi
untuk menenun sajak nurani
Entah masih diberi waktu
4.
Jika engkau bertemu embun
ajak dia temani dirimu
melerai dahagamu pada hujan
menghapus laparmu pada mata air
selama engkau berkelana di padang gurun
Entah kapan engkau bertemu oase
Entah kapan datang hujan
hanya telapak kakimu mampu mengerti
setelah temui senyum debu tanah
mungkin angin ada jawaban
ketika mentari mau membisikkannya
Aku juga sedang menerjang gelombang
berlari di antara debur ombak
ingin menggapai istana samudra
agar rebahkan syair mimpi
pada telapak kaki Ibu
Ada rindu mencium Surga
meski hanya dalam angan
Aku hanya titip sekuntum doa
sematkan di pintu telinga imanmu

