Banyak hati yang mudah rapuh dan terluka.
Kita mudah tergoda dan roboh.
Mulut cepat berbicara, tanpa mendengarkan telinga. Jari cepat bergerak, tanpa menunggu pertimbangan pikiran dan kejernihan hati.
Keindahan badani dipuja-puji. Kedalaman rohani diingat seperlunya.
Semua mata silau dengan derajat dan pangkat. Tidak peduli dengan jeritan penderitaan yang dilihatnya.
Harta yang terkumpul tidak dari kerja keras, tetapi dari gratifikasi dan korupsi.
Bagi pribadi yang polos, ikut menikmati dan dibeli.
Manusia jadi makin rapuh dan tak bernilai.
Kembalilah kita manusia kepada gambar dan citra-Nya, sebab ada kedatangan Yesus yang kedua kali. Kita melakukan perbuatan baik dan amal kasih, tidak untuk yang jahat!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

