Simply da Flores
…
Aku tanya pada mentari
Mengapa engkau tak pernah lelah pancarkan sinar cahayamu
Aku tanya pada samudra
sampai kapan engkau hempaskan ombak
untuk mendera nasib pasir pantai
Aku tanya pada angin
apakah engkau tidak puas mengembara
kapankah engkau membangun gubuk atau istana untuk rehat sejenak
Aku tanya pada angkasa
mengapa engkau tak pernah berhenti
menggendong bintang, planet dan seisi langit
Aku bertanya pada sang waktu
mengapa engkau tak mau disekat ruang pikiran
Kenapa engkau tak mau kalah
ditawan kata dan angka kalender manusia
Ketika pikiran dihibur mimpi
Ketika raga dibelai gulita malam
Saat rindu damba dipeluk tanya
Imajinasiku sempat menjerat waktu dan angin
Maka
mereka meminta mentari, angkasa dan samudra
agar datang menjawab pikiran
“Ayat-ayat tanya insani
adalah bagian bait jawaban
Puisi Jagat Raya
Mimpi-mimpimu adalah
pelangi fakta misteri abadi”
Kokok ayam membangunkan aku dari mimpi
Kicau burung sadarkan desah nafasku
Embun pagi memacu desir darahku
Aku masih boleh bertemu pagi
Cahaya mentari mekarkan senyum
Semilir angin mengajak langkahku berkelana
Aku boleh ada dan jadi hari ini
bisa merangkul fakta, tanya, dan misteri
Tak tahu…
apakah besok masih boleh bertemu matahari

