“Fokus dan hati-hati! Ketika kita hendak menggetok paku itu agar tidak meleset, sehingga menggetok jari tangan sendiri.” -Mas Redjo
…
Coba fokus, dan tidak asal main getok agar tidak ada yang terluka, dan menimbulkan penyesalan di belakang.
Dengan fokus dan hati-hati, pikiran ini jadi terarah ke tujuan, sehingga memudahkan kita untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik. Hasilnya juga dijamin memuaskan.
Orientasi dalam berpikir, berucap, dan berperilaku itu juga harus disinkronkan agar seia-sekata. Karena fakta itu adalah kebenaran yang sumbernya dari hati nurani.
Begitu pula yang saya lakukan dalam hidup keseharian, khususnya dalam berbisnis yang jadi profesi saya.
Filosofi bisnis saya adalah getok tularkan keteladanan itu dengan memberikan kualitas mutu barang dan pelayanan agar rezeki itu mendatangi.
Harap maklum dan dipahami, saya tidak menggunakan ilmu ‘asal getok kepala’ untuk mencari untung besar. Saya tidak ingin pelanggan itu jadi terkaget-kaget, kapok, dan kabur tidak kembali.
Ilmu andalan saya adalah ‘getok pengertian’, karena kami saling membutuhkan, memahami, dan bersinergi membangun kerja sama yang baik serta saling menguntungkan. Meski untung kecil, tapi hubungan itu terus berkelanjutan, memanjang, dan langgeng.
Dengan memberikan pelayanan yang terbaik dan demi kepuasan para pelanggan itu, dijamin mereka ganti mempromosikan usaha saya ke teman-temannya.
Keteladanan itu memancarkan cahaya terang, meskipun di saat ekonomi dunia sedang sulit.
…
Mas Redjo

