Tuhan Yesus selalu mengambil contoh dalam bentuk perumpamaan yang sangat sesuai dengan tempat di mana la mewartakan sabda dan menghadirkan Kerajaan Allah. la mengambil contoh dalam kehidupan agraris, maritim, tata pemerintahan, militer dan perdagangan. Semua aspek kehidupan manusiawi itu diajarkan, karena la menghendaki agar kita jadi kudus. la bahkan mengorbankan diri-Nya sendiri untuk kekudusan kita.
Penulis surat kepada Umat Ibrani berkata, “Sebab oleh satu korban saja, la telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang la kuduskan” (Ibr. 10: 14).
Bagaimana caranya menuju hidup kekudusan?
Tuhan Yesus mengingatkan dan mengharapkan kita untuk menyiapkan hati dengan baik, supaya sabda Tuhan bertumbuh subur dan menghasilkan buah kebajikan yang melimpah.
“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan” (Yes. 55: 10).
Kita, masing-masing perlu introspeksi diri di hadapan Tuhan. Karena Tuhan Sang Penabur yang menaburkan benih itu, yakni sabda-Nya. Hati kita jangan jadi tanah yang di pinggir jalan, tanah berbatu dan bersemak berduri. Hati kita harus jadi tanah yang subur, sehingga benih sabda-Nya menghasilkan buah melimpah.
“Apakah hati kita jadi ladang yang subur bagi sabda Tuhan?”
Ya Tuhan, bantulah kami untuk meresapkan sabda-Mu dengan baik, sehingga menghasilkan buah dalam ketekunan kami. Amin.
…
Ziarah Batin

