Agar dapat menjalani tugas sebagai editor buku tulisan “Kepala Sinode Gereja-gereja Pentakosta Indonesia,” saya dipertemukan dengan beliau untuk mendapatkan ‘insight’ dari tulisan itu.
Salah satu ‘insight’-nya, yakni tentang Gembala dan perannya. Gembala itu harus menginspirasi Jemaatnya, dimulai dari dirinya sendiri.
Gembala harus selalu ‘Duc In Altum’ lewat doa hariannya dan mengajak Jemaatnya melakukan hal yang sama, agar:
(1) Tidak mudah terjebak pada cara berpikir dangkal yang bisa menyebabkan cara bicara dan bertindak yang dangkal pula.
(2) Tidak mudah terpikat pada cara hidup yang utamakan tampilan luar, tapi miskin yang batin.
(3) Pilihan tetap solusi untuk pohon-pohon yang goyang dan tidak berlari ke pohon yang rindang, ketika kesulitan melanda.
Salam sehat.
Jlitheng

