Mat. 13: 1-9
“Kita semua diciptakan secitra dengan Allah, sehingga hati, pikiran dan jiwa kita itu baik adanya. Namun kadang keputusan setiap pribadi itu yang membuat hati dan pikiran berubah jadi tanah yang berduri dan berbatu-batu, sehingga benih firman Tuhan tidak bisa tumbuh, tapi layu dan mati.”
Kita kembali diyakinkan Tuhan tentang hati kita adalah tanah yang baik dan subur: “… sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat” (ayat 8).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Percaya dan pertahankan kesuburan hatimu sebagai tanah yang subur;
2) Jangan mengotori tanah hatimu dengan sisa-sia minyak dosa yang membuat benih itu tidak bisa tumbuh;
3) Berilah pupuk ke dalam tanah hatimu dengan hidup yang baik, pikiran yang jernih dan jiwa yang suci.
Jika Anda percaya, bahwa tanah hatimu adalah subur sejak diciptakan oleh Tuhan, maka tidak mungkin Anda mengotorinya.
Monsignor RD Inno Ngutra

