Simply da Flores
…
1.
Senandung air mendayu-dayu
berubah menurut irama waktu
menjelma dalam relung kalbu
kadang didengar sering diabaikan
Meskipun air itu sahabat nafas
dalam desir darah dan dahaga
Kepada batuan dan tebing
air menulis nada-nada pilu
ketika hutan rimba menjelma
dalam syair arang, api dan asap
Saat kota dan harta jadi debu
dalam kobar kemarahan alam
Dibasuh air mata lara angkasa
Kepada pasir dan debu tanah
Alunan nestapa air bergelora
berlari menuju rahim samudra
Ceritakan semua ulah manusia
Lalu bersama menghadap angkasa
senadungkan ayat getir krisis ekosistem
Entah sampai kapan berakhir
lagu ketamakan sandiwara insani
2.
Kidung debu tanah lestari
menyimpan semua warna-warni insani
dalam derap irama peradaban
Manusia tercipta dari debu tanah
Manusia hidup tergantung mutlak pada alam
Manusia mati kembali pada debu tanah
Kidung debu tanah abadi
bagi semua yang tercipta di sini
Suka duka jadi ayat syair
Tanya jawaban jadi nada
Fakta dan harapan jadi irama
Manusia boleh kreasi bersandiwara
tetapi tak mampu ingkari kodrati
Di atas debu tanah bumi
Aku, engkau, kita datang
tak ada yang pernah meminta
tak ada yang bisa membatalkan
tak ada yang mampu jawab semuanya
Tetapi
kehidupan sungguh nyata adanya
untuk diberi makan setiap pribadi
Harus menulis dan nyanyikan kidung
agar bermakna saat kembali nanti
3.
Simphoni angin penuh misteri
menebar aroma ke mana-mana
meskipun sendiri tanpa aroma
Angin membawa kabar makna
dalam harmoni ajaib tak bertepi
dalam desah nafas tiap pribadi
Lagu kehidupan silih berganti
iringi musim dan waktu bersemi
Angin tidak punya gubuk dan istana
berkelana jadi musyafir abadi
menemani waktu yang terus berlari
Sering angin dipermainkan selera
Biasa udara dibaikan kesadaran
tetapi simphoni angin tak peduli
Ketika simphoni angin menjauhi hidung
kesadaran terhentak mencari dan mengejar
Saat angin bawa kabar buruk
Lidah dan tenggorokan resah gelisah karena dicekik dahaga
ketakberdayaan kodrati
Hanya ayat terima kasih yang harmoni
untuk ikut dendangkan simphoni
4.
Madah Pujian Api bergema
nyanyikan pujian alam raya
di puncak-puncak gunung
di bukit dan lembah membentang
di padang luas terhampar
bahkan dari sungai danau dan lautan
Seirama dengan cahaya api mentari
Para perempuan menari turut bermadah
kobarkan harapan di tungku dapur
gelorakan kasih sayang sahaja
agar putra-putrinya tersenyum
mengagumi keindahan alam raya
dengan bara dan nyala hakiki
dalam desah nafas dan desir darah
yang dihembuskan sejak dalam rahimnya
Madah pujian api sejati
adalah energi hakiki setiap pribadi
yang dimateraikan sejak dalam rahim
untuk jadi Putra Fajar
untuk jadi Putri Mentari
membawa cahaya cinta bagi sesama
membagi bara nyala cinta untuk saudara
5.
Nyanyian samudra terus bergema
Lagu Angkasa
selalu mengalun
tergantung siapa yang peduli
terserah siapa yang bersimpati
karena setiap pribadi sungguh mandiri
untuk membuat pilihan sendiri
untuk menentukan keputusan diri
Apa dan siapa yang berarti
Kapan dan di mana mau pergi
Mengapa harus putuskan memilih
jadi apa dan siapa
Samudra kehidupan dendangkan syair
di hadapan panca indra insani
Ada gelombang kata dan angka
ada irama ombak dan arus
Entah lagu apa yang disukai
Entah ayat apa yang digubah
Entah nada mana yang dipilih
Merajut harapan dan fakta
jadi simphoni pelangi sanubari goreskan rindu damba jiwa
Angkasa dendangkan lagu makna
siang malam tak pernah berhenti
Mentari bulan bintang bernyanyi
Bermacam planet menari bermadah
Petir kilat gaungkan melodi
Madah pujian alam semesta bergema
Adakah manusia ikut bermadah
senandungkan ayat-ayat syukur
Adakah semua insan turut bernyanyi
lantangkan bait terima kasih
Suara seluruh Jagat Raya
gemakan irama arti kehidupan
Irama isi alam semesta
gaungkan nyanyian makna hakiki

