Simply da Flores
…
1.
Ada musyawarah di Istana Purnama
Raja Semesta Alam hadirkan Mata Maha Melihat
menatap tajam setiap yang datang
Ratu Jagat Raya
hadirkan Telinga Maha Mendengar
merekam semua suara yang bicara dan diam
Para Pahlawan Kusuma Bangsa ada
Para konglomerat juga hadir
Para pejabat korup NKRI ada
Para politisi busuk hadir
Para Penegak hukum rakus ada
Para cerdik pandai munafik hadir
Tokoh adat budaya bengkok ada
Tokoh agama murtad juga hadir
Pegiat sosial yang terluka ada
Masyarakat korban kezaliman hadir
Semua mendapat kesempatan bicara
2.
Masing-masing bicarakan isi hatinya
tentang sejarah bangsa, perjuangan pahlawan dan NKRI merdeka
Tentang masalah negara saat ini
“di mana maling teriak maling”
saling melapor soal korupsi – KKN
yang sudah jadi budaya
Tentang perebutan sumber daya alam oleh pengusaha rakus
Soal para naga yang berseteru, saling menuduh dan mempersalahkan
Soal sistem busuk dalam politik
dan aksi barter kepentingan
sehingga segala cara dihalalkan
Tentang perjuangan para pegiat sosial
dan nasib rakyat
yang jadi korban bisnis serta aturan yang menguntungkan pemodal
Semua memohon jawaban adil
dari Sang Maha Melihat dan Sang Maha Mendengar
3.
Keputusan Raja Alam Semesta
dan Ratu Jagat Raya disampaikan
“Kalian semua putra-putri semesta
Kami sudah melihat dan mendengar
Tak ada yang bisa tersembunyi
di bawah kolong langit ini
dan di pangkuan Ibu Pertiwi
Semua pasti menerima pilihan karmanya
Hukum yang berlaku pasti sama
Hukum alam semesta bagi semua kalian
Badan masih dipangku debu tanah
saatnya pasti mati dan kembali
Jiwa masih disinari mentari
pasti menghadap Sang Ilahi
Maka
nikmatilah keputusan pribadimu
Hukum alam terus bekerja mengadili
meskipun banyak yang tidak percaya
biarpun banyak yang mengabaikan”
4.
Istana Purnama Januari 2025
terasa diam hening mencekam
saat menggelegar suara Raja Semesta Alam
ketika bergema amanat Ratu Jagat Raya
Gempa terus terjadi dimana-mana
lapisan bumi sedang menata wajah dan mengobati luka
Cuaca masih pancaroba hembuskan angin badai dasyat
Hujan deras bersihkan polusi
Petir kilat dan gunung api
meletus kobarkan bara menyala
Arus gelombang menerjang bersihkan sampah
Sedangkan manusia kobarkan perang
dan kerakusan bernyala membakar harkat dan korbankan sesama
Rapat selesai dan semua kembali
5.
Panggung sandiwara terus digelar
Aneka topeng pribadi masih diproduksi
Kata sumpah janji beranak pinak
Tsunami informasi menerjang media sosial
mencengkram dan mencabik nalar
Hukum tumpul pada penguasa zalim, politisi busuk dan pemodal tamak
tetapi tajam membunuh rakyat lemah tak berdaya
Bisnis senjata di medan perang terus berjalan
Mafia narkoba meraja lela dunia
Meskipun bencana dan kemiskinan
terus melanda manusia
“Istana Purnama Januari 2025
tampak pudar dihiasi awan hitam
Semoga Purnama bulan berikut
kembali hadir indah mempesona”

