Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Di balik malam yang gelap, kita menemukan kilau cahaya yang memberi arti pada kehidupan.”
(Didaktika tentang Makna Kehidupan)
Tatkala malam tiba, segala sesuatu seolah terdiam dan tertunduk hening dalam suasana sunyi sepi. Semesta raya seolah tertidur dalam dekapan gelap malam. Tampak juga dedaunan pepohonan, rerumputan, dan pepucuk cemara terpekur dalam keheningan, seolah-olah menggambarkan kepenatan. Alam dan isinya tidur.
Malam Menyimbolkan Kesederhanaan
Ternyata keadaan malam itu identik dengan suasana gelap meremang dan diterangi redup cahaya lampu jalanan. Di saat itu, kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan seolah sirna. Semua seperti tidak berdaya. Suasana malam itu menyimbolkan suatu kesederhanaan.
Di sisi lain suasana malam juga disimbolkan sebagai suatu keadaan kehidupan yang misterius. Bukankah terkesan seolah-olah fase kehidupan itu telah berhenti? Dalam kondisi seperti itu, apa yang terbetik di sanubari manusia? Tampak hadirnya suatu kesederhanaan sejati.
“Tatkala Malam Tiba” itu mendeskripsikan suatu keadaan dan suasana alam ini seolah terdiam secara misterius tatkala malam tiba. Gambaran sederhana ini sejalan dengan yang tergambar di sanubari manusia tentang hakikat suasana malam.
Di Balik Kegelapan Malam ada Kilau Cahaya
Bukankah bahwa kesederhanaan itu indah, bermakna, dan penuh arti?
Sejatinya di balik gulita malam itu akan terpantul seberkas kilauan cahaya. Itulah hakikat dan arti yang terkandung dalam kehidupan ini. Masih ingatkah dengan sebuah adagium berbahasa Latin, “Post nubila lux”, habis gelap terbitlah terang.” Di dalam konteks ini justru mau dijelaskan, bahwa di balik kehampaan dan kesederhaan itu justru terpantul sebuah makna dan arti kecemerlangan hidup baru.
Sederhana itu Indah
Ada prinsip hidup, bahwa kesederhanaan itu justru indah. Di balik suatu kesederhaan itu justru akan terpancarkan suatu keindahan sejati. Karena eksistensi dari suatu kesederhaan ialah suatu keaslian (otenstika) dan bukan berupa renda-renda. Maka, dapat disimpulkan, bahwa sesungguhnya kesederhanaan itu adalah suatu keindahan sejati. Makin sederhana, kian asli!
Ada pun makna yang dapat dipetik dari balik tulisan ini ialah, alangkah bahagianya, jika manusia itu dapat menampilkan sisi-sisi kesederhaan di dalam hidupnya, karena di balik kesederhaan itu justru menampilkan suatu kesejatian.
Mari kita belajar untuk hidup dalam kesederhanaan. Karena keaslian itu kian menawan. Itulah hakikat dan keberadaan dari sepekat suasana malam.
…
Kediri, 21 Januari 2025

