Masih tentang pesta nikah di Kana. Relasi air dan anggur dalam pesta itu melukiskan relasi kehidupan iman dan rohani kita dalam hidup bersama, baik di rumah maupun di lingkungan.
Namun tidak jarang dalam kebersamaan itu sering kita mengalami relasi yang dingin bahkan hambar dengan sesama. Surutnya rasa peka menghambarkan kehangatan relasi hidup bersama. Iman yang tawar (tanpa rasa) membuat jiwa kurang bernyala (harmoni).
Intinya: Inilah waktunya bagi kita bertransformasi dari rasa tawar (cuèk) ke rasa baru (peka). Dengan bertransformasi kita bisa mengubah situasi yang dingin jadi harmoni.
Antar anggota keluarga, sesama rekan pelayanan, dan antar yang melayani dengan yang dilayani.
Salam sehat.
…
Jliteng

