“Ketika mereka kekurangan anggur, Ibu Yesus berkata kepada-Nya: Mereka kehabisan anggur” (Yoh 2: 3).
Anggur adalah minuman yang sangat penting dalam pesta Yahudi, sehingga “tanpa anggur tidak ada sukacita,” kata seorang rabi Yahudi. Karena itu, kehabisan anggur dalam pesta pernikahan berarti bencana bagi keluarga penyelenggara. Kejadian kehabisan anggur ini terjadi dalam sebuah perkawinan di kota Kana.
Maria melihat keadaan yang sulit ini. Ia tidak tinggal diam, tapi bertindak. Ia tahu, kepada siapa harus meminta pertolongan itu, yaitu kepada Yesus, Anaknya. Akhirnya Yesus mengabulkan permohon Ibu-Nya. Ia melakukan mukjizat, yaitu mengubah air jadi anggur. Anggur yang dihasilkan bukan anggur biasa, melainkan anggur yang baik. Pemimpin pesta memuji anggur ini. Tentu saja semua tamu undangan juga merasakan kegembiraan, karena anggur itu.
Dari kisah ini, kita percaya, bahwa Maria juga melihat yang kurang dalam kehidupan kita. Selain kekurangan dalam hal jasmani, kita mungkin kurang dalam kesejahteraan rohani. Kita tidak perlu takut. Kita dapat berdoa Rosario, novena Tiga Salam Maria, dan sebagainya. Dari kekurangan, kita juga dapat memperoleh kebaikan yang melimpah dari Tuhan.
…
Rm. Klimakus de Jesu, CSE
Minggu, 19 Januari 2025
Yes 62: 1-5 Mzm 96: 1-3.7-10 1Kor 12: 4-11; Yoh 2: 1-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

