Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Bekerja adalah berupaya dengan segenap akal budi untuk memenuhi tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat”
(Jakob Oetama)
…
Sebuah Misteri
“Kegigihan, ya, sang kegigihan. Ia telah mampu menjelmakan sebuah impian jadi kenyataan.” Itulah sebuah misteri di balik sikap kegigihan yang telah Anda miliki!
Apa itu Kegigihan
Suatu sikap teguh, keuletan dalam memegang atau mempertahankan suatu sikap atau pendirian.
Di dalamnya terdapat target untuk meraih sebuah tujuan yang tetap diperjuangkan terus-menerus sekalipun menghadapi sebuah hambatan.
Linda dan Robin dalam buku mereka, “Grit to Great” berpendapat bahwa ‘Grit’ adalah kekuatan belarasa ditambah sikap kegigihan. Di dalamnya terdapat spirit dan ketekunan untuk meraih sebuah tujuan jangka panjang.
Ada pun kekokohan dari statemen keduanya ini dilandaskan atas pengalaman mereka. Karena sebelumnya, mereka adalah pribadi-pribadi yang biasa saja. Karena mereka terus belajar, bersikap pantang menyerah, dan menekan ketakutan akan suatu kegagalan, mereka bisa mendapatkan kesuksesan. Kini keduanya sebagai pelopor di dunia periklanan. Jadi, di dalamnya terdapat usaha yang konsisten.
Selanjutnya keduanya sangat menekankan, bahwa sikap disiplin itu jauh lebih penting daripada sekadar sebuah motivasi.
Ada pun realitas di dunia ini, bahwa masyarakat kita sangat mementingkan hal kecerdasan sebagai sebuah modal utama kesuksesan individu. Faktanya hal itu belum cukup. Karena hal paling utama yang perlu dimiliki ialah sikap kegigihan.
Realitas Menantang
Dari mana datangnya misteri sikap kegigihan itu, jika ternyata generasi muda kita kini justru terus dijejali dengan aneka kemudahan hidup?
Bahkan kepada generasi Z juga dijuluki sebagai generasi yang serba instan? Dari mana kekuatan dasyat itu akan mereka peroleh?
Potret Keteladanan
Saya berpendapat, bahwa kita membutuhkan sebuah revolusi total dalam hal cara hidup, dengan cara mengubah orientasi hidup kita, mulai dari sikap dan suri teladan kesederhanaan, ketekunan, serta sikap konsistensi dari generasi tua.
Dalam konteks ini, kita membutuhkan sebuah sikap realistis. Jika hanya sebatas wacana dan retorika, maka hal ini ibarat senjata makan tuan alias air percik mengenai muka sendiri! Alias sia-sia belaka!
Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga kita, dan juga masyarakat kita!
…
Kediri, 19 Januari 2025

