Mrk. 2: 13-17
“Hanya ada selaput tipis yang membedakan orang lain dengan kita dalam hal dosa. Dosa orang lain itu berat, tapi ringan dibandingkan dosa kita atau sebaliknya. Demikian pula dosa orang lain diketahui publik, sedangkan dosa kita tersembunyi.
Jika hal ini yang terjadi, maka jangan berlagak suci, karena di mata Tuhan kita semua pendosa yang memerlukan pengampunan-Nya untuk jadi suci dan terselamatkan.”
Lagak suci yang ditampilkan oleh orang Farisi dan ahli Taurat dikisahkan dalam Injil hari ini: “Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (ayat 16).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Sadari, bahwa sekecil dan seringan apa pun dosamu, tapi dosa itu tetap dosa yang membuat kita terpisah dari cinta Allah;
2) Jangan menuduh dan menyebarkan aib serta dosa orang lain, karena sesungguhnya saat itulah kesombonganmu menampilkan dosa pribadimu;
3) Bangun pertobatan pribadi sebagai ungkapan niatmu untuk mendapatkan pengampunan Allah sebagai syarat selamat.
Ingatlah, bahwa berlagak suci itu tidak serta merta menghapus dosa-dosamu, melainkan hanya menutup dosamu, sehingga tidak diketahui orang lain. Namun saatnya akan tiba di mana kau akan dipermalukan lebih daripada kau mempermalukan sesamamu.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

