“Orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang” (Mrk 2: 3).
…
Paus Fransiskus mengatakan, bahwa bahasa yang paling mudah untuk mengenal Allah adalah persaudaraan. Sebagai cara kita bertumbuh dalam iman dan praktek cinta kasih. Menarik sekali, bahwa penyembuhan orang lumpuh di Kapernaum itu terjadi, karena bantuan orang lain. Injil menceritakan, bagaimana usaha mereka membawa si lumpuh itu ke hadapan Yesus. Kerumunan orang banyak itu tidak membuat mereka berputus asa, tapi mereka mencari jalan lain dengan naik ke atap, membongkarnya, dan menurunkan si lumpuh itu tepat di hadapan Yesus. Mereka lalu mempercayakan tindakan selanjutnya kepada Yesus. Mukjizat terjadi, karena ada perjalanan iman dan persaudaraan mereka di hadapan Yesus.
Dalam perjalanan hidup rohani kita, iman persaudaraan juga memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan iman pribadi. Kita hendaknya memiliki kesadaran, bahwa dalam pergumulan hidup ini
kita membutuhkan orang lain.
Mari kita makin mempererat kasih persaudaraan di mana pun berada, sehingga kita dapat melihat mukjizat Tuhan yang terjadi dalam hidup ini. Kita juga dapat jadi jembatan kasih agar mukjizat Tuhan dapat terjadi dalam hidup orang lain.
…
Rm. Methodius, CSE
Jumat, 17 Januari 2025
Pw. St. Antonius, Abas
Ibr 4: 1-5.11 Mzm 78: 3-4.6-8 Mrk 2: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

