“Move with pity, He … Touched him” (Mrk 1: 41).
Itulah ‘gerak batin’ dari Yesus.
Yesus benar-benar tidak tahan, jika ada penderitaan di sekitarnya.
Dia selalu berkeliling, mengajari, dan berbuat baik. Dia menyembuhkan seorang penderita kusta.
Memang, ‘gerak batin’ setiap orang itu berbeda-beda.
Hal yang berbahaya dan harus ditegur adalah orang yang gerak batinnya itu melakukan hal-hal yang jahat.
Sedang hal yang mengagumkan dan diteladani adalah orang yang gerak batinnya itu melakukan hal-hal yang baik.
Tapi hal yang perlu diingatkan dan diajari adalah orang yang gerak batinnya tidak peka. Karena orang itu hanya memikirkan diri sendiri alias egois.
Hal yang saya yakini, bahwa gerak batin itu akan bertemu di saat proses perjalanan itu bergerak.
Ada suatu hal yang bergerak dari pribadi yang dipenuhi dengan rasa belas kasihan dan juga ada yang bergerak dari pribadi yang menderita. Di saat kedua gerakan itu bertemu, kemuliaan Tuhan yang terwujud. Hal-hal baik akan kita lihat dan rasakan.
Sekarang, perhatikan gerak batinmu. Apa yang dirasakan? Cenderung bergerak ke mana? Bisakah dirimu mengarahkannya untuk melakukan hal-hal yang baik?
Jangan diikuti, ketika gerak batinmu hendak melakukan hal-hal yang jahat. Karena hal itu berbahaya bagi keselamatan jiwamu.
Tuhan memberkati. ‘You are the best.’
Macau, 16 Januari 2025
Rm. Petrus Santoso SCJ

