Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir” (Mark 1: 41).
…
Hidup kita merupakan perziarahan di dunia ini. Oleh karena itu, taburlah segala benih yang baik, yang dapat membangun hidup rohani dan kasih kepada Tuhan dan sesama. Injil mengajar kita untuk memiliki sikap belas kasih terhadap sesama. Sikap belas kasih ini sangat penting, karena merupakan gaya atau sikap Ilahi yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Ia menjamah dan menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Orang-orang yang sakit kusta sangat disingkirkan dari masyarakat. Mereka diabaikan dan ditolak, karena dianggap najis. Padahal orang-orang yang sakit kusta itu tidak hanya sakit fisik, tapi juga sakit batin.
Sikap Yesus berbeda sekali dengan sikap kebanyakan orang saat itu. Ia berani menjamah dengan penuh belas kasih dan penerimaan. Dengan itu, Yesus menyembuhkan orang kusta itu tidak hanya fisiknya, tetapi juga batinnya.
Keutamaan hidup kekristenan adalah menjamah yang tidak layak dijamah, mengampuni yang tak pantas diampuni, dan mengasihi yang tak layak dikasihi.
Di sekitar kita banyak orang yang mengalami kemiskinan, baik rohani maupun jasmani, dan ada juga yang ditolak. Mari kita menjamah mereka dengan kasih dan mendoakan mereka agar mengalami kasih Tuhan.
…
Sr. M. Jovina, P.Karm
Kamis, 16 Januari 2025
Ibr 3: 7-14 Mzm 95: 6-11 Mark 1: 40-45
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

