Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Wahai Tuanku, ada apakah sampai engkau pergi meninggalkan aku dengan wajah kecewa?” tanya Abu Bakar.
“Aku kecewa, karena engkau, Abu Bakar, membalas cacian si Arab Badui itu.”
(Nabi Muhamad SAW)
Perintah Mengasihi Musuh
“Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu. Yang kedua, yang sama dengan itu, kasihilah musuh-musuhmu, seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.”
Inilah hukum kasih yang terbesar dan teragung yang telah ditawarkan oleh Yesus Kristus kepada dunia ini.
Ada pun isi tulisan ini tentang musuh yang tak terkalahkan. “Siapakah sang musuh yang tidak terkalahkan itu?”
Siapakah Musuh Kita?
Seringkali di dalam kehidupan ini, kita ‘bergulat secara nurani’, baik dengan diri sendiri, juga dengan orang lain, karena adanya berbagai persoalan atau permasalahan hidup.
Hal ini akan berdampak besar, yakni melahirkan permusuhan alias percekcokan antar sesama, baik secara transparan atau terselubung.
Dampak ekstremnya, bahwa relasi kemanusiaan antar kita kian renggang atau bahkan terputus total.
Namun seringkali kita, walaupun sulit, tapi masih mampu untuk berdamai dengan sesama. Tapi belum tentu, bahwa kita akan dengan mudah berdamai dengan diri sendiri. Mengapa?
Musuh Terbesar
Bukankah ‘musuh terbesar dan terberat’ kita adalah diri sendiri? Karena yang terdapat di dalam isi pikiran kita justru mempengaruhi sikap serta tindakan kita yang pada akhirnya mempengaruhi suasana hidup kita.
Hendaklah kita senantiasa sadar, bahwa musuh terbesar yang sulit untuk dikalahkan itu justru diri sendiri.
Apakah mudah Anda melawan godaan suara hati sendiri? Atau mudahkan Anda melawan niat dan keinginan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol? Atau untuk mengonsumsi narkotika?
Selain itu, ada juga sejumlah kebiasaan psikologis yang jadi musuh bebuyutan kita, antara lain, kemalasan, egoisme, kerakusan, keangkuhan, dan kebohongan yang sangat sulit dikalahkan.
Konklusi
Maka, dapat dikonklusikan, bahwa musuh utama serta terbesar di dalam kehidupan kita ialah diri sendiri. Si Aku ini!
…
Kediri, 12 Januari 2024

