Orang tertua di dunia saat ini adalah Suster Inah Canabarro Lucas, seorang biarawati berusia 116 tahun dari negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil, yang lahir pada 27 Mei 1908.
Suster Inah jadi orang tertua di dunia setelah Tomiko Itooka, seorang perempuan Jepang yang 16 hari lebih tua dari Inah, meninggal pada 29 Desember 2024. LongeviQuest, sekelompok peneliti yang mengkhususkan diri dalam pemetaan orang yang berusia lebih dari 100 tahun, menyatakan Suster Inah kini jadi orang tertua di dunia.
“Ini merupakan sumber kebanggaan besar bagi keluarga Canabarro Lucas,” kata Cleber Vieira Canabarro Lucas, keponakannya yang berusia 84 tahun, kepada ACI Digital, mitra berita berbahasa Portugis CNA, pada 6 Januari 2025.
Pada bulan Maret 2024, Suster Inah mengatakan kepada ACI Digital, bahwa salah satu rahasia umur panjangnya adalah doa: “Saya berdoa rosario setiap hari untuk semua orang di dunia.”
Suster Inah saat ini tinggal di Porto Alegre, negara bagian Rio Grande do Sul di Penampungan Santo Enrique de Ossó, yang berada di sebelah Rumah Provinsi Suster Teresian Brasil, sebuah komunitas biarawati yang menerimanya pada tahun 1927 saat ia berusia 19 tahun.
Menurut keponakannya, beberapa hari lalu Suster Inah sempat mengalami gangguan kesehatan dan dokter menyarankannya untuk beristirahat, tapi sekarang kondisinya sudah berangkur pulih.
“Secara nalar, kondisi kesehatannya di usianya yang ke-116 tahun ini memang sudah agak rumit: pendengarannya sudah tidak bagus, sulit sekali berbicara, penglihatannya sudah sangat buruk, tapi ia tetap menjalani hidupnya dengan rencana yang diberikan Allah kepadanya,” kata Cleber.
Umur panjang Suster Inah, kata Cleber, adalah karena spiritualitasnya. Ia selalu jadi biarawati kecil yang banyak berdoa. Ia mengabdikan diri untuk berdoa sepanjang hidupnya. Ia juga berbicara tentang karakteristik lainnya seperti selalu ingin berbuat baik kepada orang lain, sangat humoris yang merupakan ciri khas kepribadiannya, optimistis, dan tekad hidupnya kuat.
Inah Canabarro Lucas lahir di distrik São Francisco de Assis di bagian dalam negara bagian Rio Grande do Sul pada tanggal 27 Mei 1908. Ia anak kedua dari tujuh bersaudara. Menurut Cleber, mereka semua diberi makan dengan baik, normal dan ia sangat kurus, serta lemah. Bapa baptisnya saat itu memberitahu Ayahnya: “Teman, jangan salah paham, tapi gadis ini pasti sakit dan bersiaplah, karena sayangnya saya rasa dia tidak akan bertahan lama.” Faktanya, mereka semua telah tiada dan ia sudah berusia 116 tahun!”
Suster Inah adalah cicit buyut dari Jenderal David Canabarro, salah seorang pemimpin utama Revolusi Farroupilha (1835–1845) di Rio Grande do Sul.
Ketika Inah kecil, salah seorang saudaranya memberitahu Ibunya, bahwa Inah dapat belajar di sekolah biara di kotanya. Inah kemudian bertanya, “Apa itu biarawati?” Sang Ibu menjawab, bahwa mereka adalah perempuan yang mengabdikan diri untuk berdoa kepada Allah, dan Inah kemudian berkata, “Aku akan jadi biarawati.” Inah belajar di sekolah biara. Usia 19 tahun, ia pergi untuk menjalani masa novisiatnya bersama para suster Teresian di Montevideo, Uruguay.
Selama lebih dari satu abad, ia telah mengalami banyak perubahan di dunia dan Gereja. Biarawati ini telah hidup melalui dua perang dunia dan 10 orang Paus. Pada tahun ia dilahirkan, Santo Pius X menjadi Paus.
Sebagai seorang Suster pengajar, Inah mengajar Bahasa Portugis, Matematika, Sains, Sejarah, Seni, dan Agama di sekolah-sekolah Teresian di Rio de Janeiro, Itaqui, dan Santana do Livramento, sebuah kota tempat yang sangat dicintai, karena di sanalah ia menghabiskan sebagian besar hidupnya.
Prestasi penting dalam hidupnya adalah pembentukan marching band Sekolah Santa Teresa di Santana do Livramento. Band ini menampilkan 115 alat musik dan tampil di Brasil, Uruguay, dan Argentina. Ia juga bekerja sama dalam pembentukan marching band Sekolah Menengah Atas Pomoli yang terkenal di Rivera, Uruguay, kota saudari Santana do Livramento.
…
Bapak Peter Suriadi

