Ketika saya berkunjung ke sesepuh yang sakit, karena stroke. Reaksinya: “Maaf, saya ini ‘ngrepoti’ banyak orang, anak istri…”
Pengalaman tidak berdaya seperti ini mendorong seseorang merasa jadi hambatan atau ‘ngribeti’. Seperti pupus harga dirinya dan tidak seharga lagi dengan yang lain.
Arti merepotkan adalah menyusahkan.
Kata ‘mendokusai’ dalam Bahasa Jepang juga memiliki arti merepotkan atau ‘ngribeti’. Kata ini biasanya digunakan untuk menjelaskan situasi atau sifat yang dimiliki seseorang yang membuat orang lain jadi repot atau ribet.
Seseorang membuat orang lain ribet, karena dua hal :
- Kondisi fisik atau mental: yang jadi sebab seseorang tidak dapat mengurus diri sendiri.
- Perilaku ‘waton’: dalam bicara atau bertindak.
Poin ke 2 ini merepotkan sekali, jika dilakukan oleh orang yang pengaruh, sebab akan berdampak bagi umat atau rakyat yang ada di bawah pengaruhnya. Menyebabkan bias atau kekisruhan dalam berpikir dan bertindak bagi umat. “Bicaranya tak bisa dipegang.”
Contoh: Herodes. Orientasi hidupnya hanyalah ‘untung. Dia ‘waton’ bicara, ketika berjumpa ketiga Raja. Tidak ada ketulusan hati. Karena orang yang ‘waton’ itu cenderung ‘tricky‘
Salah satu hal yang tidak mudah kita lakukan selama tahun Yobel ini adalah berupaya ‘tidak waton’ atau ‘lurus dan benar’ baik kata maupun perbuatan.
Mari kita coba!
Salam sehat.
…
Jlitheng
