Simply da Flores
…
1.
Darah mengalirkan tangisan bayi
Tali pusat memotong peralihan waktu
Seorang perempuan bisa tersenyum
memeluk lara derita dan harapan
merangkul air mata dan sukacita
Buah dadanya siap menyusui dua kubur
Dan…
untuk kisah peristiwa darah itu
untuk tali pusat yang terpotong
untuk senyum dan duka lara
untuk air susu dan dua kubur
untuk lagu keterpaksaan semesta
Lilin-lilin biasa dinyalakan
Kue dan kado disiapkan
Ada tepuk tangan dan ucapan selamat
demi merayakan sebuah memoar
pada puing-puing saat yang berlalu
disertai doa, tanya dan harapan
“Selamat hari lahir
Selamat Ulang Tahun…”
2.
Irama air mata berderai
Syair duka lara bergema
mengiringi keharusan tanya abadi
“Dari tanah aku datang
Di atas tanah aku hidup
Kepada tanah aku kembali”
Hadir pusara aneka bentuk dan rupa
ritual doa dan upacara beragam
Menegaskan berhentinya aktivitas pernafasan
Udara tak pernah habis di alam ini
Kematian itu pasti
karena kuburnya disiapkan sejak lahir
dengan air susu, senyum dan tanya
Lalu…
pada pusara sering ada perayaan
pada makam biasa ada ziarah
pada kuburan orang datang ke sana
Ada perayaan mengenang kematian
Ada penegasan tentang akhir hidup
“Hari ini aku, besok engkau…
Kematian itu pasti bagi semua
hanya berbeda tempat dan cara”
3.
Detik, menit dan jam
diciptakan menghitung waktu
Seolah-olah nafas dapat dihitung
Hari, bulan dan tahun
menjelma dalam angka dan kata
seolah-olah desir darah
mampu ditakar dengan angka
Manusia senang meyakini kepastiannya
dalam samudra luas ketakpastian
Manusia bangga merayakan kehampaan dirinya
dalam bentangan ajaib angkasa biru
Pesta pora dan aneka musik
digelar pada angka dan kata
hasil kreasi tradisi manusia
Langit ditembaki gemerlap kembang api risau
seperti hendak menyaingi pesona purnama dan bintang
Kebiasaan merayakan aneka memoar dengan kalender
seperti tak ada perubahan dan perbedaan
Manusia mengagungkan puing-puing masa lalu
untuk menerobos malam kelam esok
karena yakin bertemu matahari
4.
Tempat sakral ditemukan di mana-mana
untuk ritual doa sesaji sembah
Aneka tanya dirindukan jawaban
pada wangi dupa dan kemenyan
pada nyala lilin warna-warni
pada bermacam rupa sesajian
pada harum aroma 1000 bunga
pada aneka irama lagu rohani
Ada warisan pengalaman religius
yang dirindukan dan dirayakan
yang diharapkan menjadi jawaban
“Manusia merayakan dirinya makhluk religius
Pengalaman betapa indah mempesona sekaligus dahsyat mengetarkan
Entah tentang apa dan siapa”
Pada puing-puing memoar
segala tanya jadi nada dan irama
mengalun syair jiwa raga insani
pada serpihan puing nostalgia dan tradisi
Fakta hari ini
Kenangan saat kemarin
Rindu damba hari esok
dipertemukan dalam kesadaran dan kebodohan pribadi
Pada puing-puing nostalgia
Manusia menghadapi gelora sang waktu
yang pasti bersemi lestari harmoni
yang selalu misteri berubah abadi
Dan
manusia membuat mosaik makna
dan sering mewariskan kepada generasi berikutnya
sebagai kepastian arti dan kebenaran makna sejatinya
dalam tanya tak bertepi…

