Dalam Injil hari ini, Yesus menyatakan misi-Nya saat membaca dari gulungan kitab Yesaya di Sinagoga kota kelahiran-Nya. Ia memilih teks suci ini, karena menyingkapkan diri-Nya dan yang harus Ia lakukan.
Bapa, Putra-Mu membuka gulungan kitab itu dan menyatakan, “Pada hari ini genaplah Kitab Suci ini di hadapanmu.” Momen ini menggemakan pertanyaan abadi dari Wahyu: “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterainya?” (Wahyu 5:2).
Banyak orang dapat membaca dari gulungan kitab itu, tapi hanya Yesus yang dapat membuka kuasa penyelamatannya. Banyak orang dapat berbicara dengan fasih, tapi hanya Yesus yang dapat mengubah hati. Kerasulan sejati dimulai, ketika Kristus sendiri yang menggerakkan kita.
“Roh Tuhan ada padaku,” kata-Nya. ‘Ruach Yahweh’, nafas Tuhan memenuhi-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Ia menghembuskan Roh yang sama itu kepada para murid-Nya, mengutus mereka untuk meneruskan misi-Nya.
Tergerak oleh Roh Ilahi, Putra-Mu menyatakan: “Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.” Kata-kata ini bukan sekadar puisi, tapi janji harapan bagi semua yang rendah hati, terlupakan, tertindas, dan yang patah semangat. Kabar baiknya: kasih-Mu, Bapa, lebih kuat daripada kuasa apa pun di dunia ini.
Yesus datang untuk mewartakan kerajaan-Mu; di mana orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang lumpuh berjalan, dan orang mati dibangkitkan. Dia mengkhotbahkan pengampunan bagi musuh dan membawa terang ke tempat-tempat yang paling gelap. Lewat kebangkitan-Nya, Ia menyingkapkan, bahwa dunia lama, yang dibangun di atas rasa takut, ketidakadilan, dan kematian itu telah dikalahkan. Dunia baru yang didirikan di atas kebenaran, belas kasih, dan kehidupan kekal, telah dimulai.
Orang-orang kagum akan sabda-Nya, karena mereka merasakan kebenaran: bahwa Yesus adalah Sabda yang jadi manusia, wahyu utuh dari kasihMu. Sabda-Nya tidak hanya mengajar, tapi suara itu mengangkat segala beban, memulihkan martabat, dan menyembuhkan luka dengan kuasa kasih yang sempurna.
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasihMu yang tidak berkesudahan, tak berubah, dan tiada batasnya. Berkuasalah di hati kami. Bantulah kami untuk berakar di dalam-Mu, bertumbuh dalam kebenaran-Mu, dan menghasilkan buah Roh-Mu. Ajari kami untuk hidup dengan martabat sebagai orang yang sepenuhnya Engkau kasihi untuk menyebarkan kasih itu dalam kebaikan, belas kasih, dan keberanian kepada orang-orang di sekitar kami. Penuhi kami dengan Roh kebijaksanaan dan kasih-Mu, sehingga kami juga dapat membawa kabar baik, budaya kehidupan, kedamaian, dan belas kasih, kepada dunia.
Yesus, Engkaulah Andalanku!
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

