Kata ‘ojo’ dalam Bahasa Jawa berarti ‘jangan’. Kata ‘ojo’ bisa digunakan dalam berbagai kalimat, seperti: “Ojo dumeh” artinya selalu mawas diri. “Ojo kesusu” artinya “njangan terburu-buru.
Dalam bahasa Spanyol, kata ‘ojo’ memiliki arti ‘mata’ yang terhubung dengan sikap waspada. Bagi orang-orang keturunan Hispanik, ‘ojo’ sebagai ungkapan “hati-hati.”
Kata ‘ojo’ juga terkait dengan sikap mengendalikan diri. Misalnya: “Ojo omong sing ora perlu diomongke,” atau “Ojo ngrungokke sing ora becik dirungokke.”
Kita bisa membayangkan, jika satu saja dari dua hal itu, upamanya “Ora waton omong,” dapat kita lakukan sepanjang tahun Yubileum ini, niscaya kedamaian dapat kita ciptakan.
Boleh dicoba!
Salam sehat.
…
Jlitheng

