“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh 4: 8).
Seorang pemuda sedang dalam perjalanan menggunakan motor. Tiba-tiba kendaraannya rusak. Ia mulai panik, karena di situ tidak ada bengkel.
Lewatlah beberapa muda-mudi, tapi mereka lewat begitu saja dan tidak membantu. Kemudian, lewat seorang Bapak tua yang menggunakan sepeda. Si Bapak tergerak oleh belas kasihan, lalu membantu pemuda itu.
Kita diingatkan, bahwa kasih itu bukan soal banyak kata, melainkan suatu tindakan nyata.
Kasih mengalir dari pengalaman pribadi akan cinta Allah yang mendalam yang dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Mengasihi sesama adalah manifestasi dan bukti nyata dari cinta kita kepada Allah. Sebaliknya, cinta kepada Allah harus tercermin dalam tindakan nyata kepada orang lain.
Tergerak oleh belas kasihan, Yesus melakukan mukjizat dan memberi makan ribuan orang. Kasih adalah sebuah gerakan hati yang dipenuhi oleh belas kasihan, dan akan nyata bila diaktualisasikan dalam tindakan nyata.
Sehebat apa pun kecerdasasan otak manusia, jika tidak ada gerak kasih di dalam dirinya semuanya akan sia-sia. Panggilan kita sebagai murid-murid Tuhan adalah mengalirkan kasih itu kepada sesama.
…
Fr. Denis, CSE
Selasa, 07 Januari 2025
1 Yoh 4: 7-10 Mzm 72: 2-4.7-8 Mrk 6: 34-44
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

