Kuterima berkat pembaptisanku sebagai Murid Tuhan Yesus dan kuhidupi dalam kesaksianku sebagai murid-Nya.
Sebagaimana sudah kita hayati, bahwa melalui pembaptisan yang telah kita terima (dewasa atau bayi), kita mendapatkan rahmat ini:
- Diterima jadi anggota Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik (di mana saja kita mempunyai saudara-saudari seiman).
- Kita jadi manusia baru (ditandai dengan tambahan nama baptis, sehingga nama kita jadi makin indah, cantik, dan istimewa).
- Kita diangkat jadi anak-anak Allah. Karena pembaptisan yang diterima itu sebagai tanda-meterai yang sifatnya kekal, permanen, dan tidak hilang. Sungguh kita telah jadi milik Tuhan secara spiritual-rohani, dibalut dalam kekudusan Ilahi, dirahmati dengan buah-buah Roh Kudus, dan dibekali dengan karunia kebijaksanaan yang menuntun hidup kita pada pertumbuhan rohani yang makin matang, dewasa, dan kuat.
Seiring dengan berjalannya waktu, sebagai murid-murid Tuhan Yesus, kita terus memuji (Liturgia), mewartakan (Kyrigma), bersekutu (Koinonia), melayani (Diakonia) , dan bersaksi (Martyria). Kesemuanya itu berguru kepada Tuhan Yesus.
Dalam Bacaan Injil hari ini, pada saat Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, langit terbuka dan suara dari Surga diperdengarkan. Ini jadi pertanda, bahwa pembaptisan yang telah kita terima, sekali lagi sebagai tanda dari Surga yang diberikan melalui Gereja-Nya untuk kita masing-masing.
Mari kita terima dengan bangga, disyukuri dengan damai, dan kita hidupi dengan kesungguhan hati: “Aku Katolik”.
Catatan: Jadi murid Tuhan Yesus itu kita tidak boleh setengah-setengah atau suam-suam kuku, tapi totalitas 100%.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

