Simply da Flores
…
Dua telapak kakiku bergelora
mengayuh angan memutar roda
berkelana membidik harapan
menyusuri kampung dan kota
arahkan dua bola mata pada rasa dan nurani
“Aku ingin… rindu… damba…
Entah pada apa dan siapa”
Kamera anganku nanar terpana
roda waktu kutahan sebentar
agar bisa melukis rindu
pada wajah perempuan berkebaya
karena ada getaran kasih menyapa
karena jantungku getarkan makna
“Di rahim itu aku bersemayam
Air susu menulis nafasku
Kasih sayang membingkai jiwa raga ku
Meski aku sering lupa
Ibu… “
Hidup itu laksana mengayuh roda waktu
kadang istirahat letih lelah memeluk
kadang penuh semangat keringat bergelora
kadang berwarna-warni melonjak kegirangan
kadang diam sepi sunyi menyendiri
Kadang tak berdaya luka terkulai
“Yang pasti hanyalah perubahan
aku ada dan terus menjadi
dalam fakta dan misteri”
Hari ini sejenak aku tersenyum
setelah kameraku memotret tukang potret
Entah dia sadar apa yang dipotret
Entah dia tahu sepedanya diparkir
Entah dia paham dirinya dipotret
Dan
Aku juga berpikir tentang potretnya
lalu kami banyak bercerita diam
dan aku tertawa diriku yang lucu
Waktu membawa aku ke angkasa
berkelana ke mana-mana dengan nalar
Sempat kutulikan dalam syair ini
“Waktu berputar tanpa henti
aku berputar dalam roda waktu
Sepeda bisa dipindahkan dengan asa nalar
Aku berkelana dalam fakta dan misteri
Aku ada dan menjadi dalam tanya
Aku menjelma dalam ajaib dan misteri
Aku berpikir karena memang ada
meskipun tak paham misteri
dari mana dan akan ke mana
Siapakah aku yang berpikir”
Bersama senyum hati nuraniku
aku tertawai penasaran nalarku
ada tanya yang terus menggeliat
“Seorang melepas sepedanya di jalanan
demi memotret sang Ibu yang berkebaya
Aku memotret tukang potret
dan juga Ibu yang berkebaya
Aku share hasil potretku
juga cerita tentang tukang potret itu”
Ternyata…
temanku menulis sebuah sajak
tentang memotret
dan mencatat kelana pikiranku
yang tak sempat aku lukiskan
Aku coba membaca dan mencermati sajaknya itu
Ku simak maknanya bahwa mungkin…
isinya bicara tentang potret terhadap diriku
tentang getaran tanya sukma tukang potret
tentang Ibu berkebaya yang dipotret
tentang rindu damba nurani
untuk menemukan diri dalam sesama
untuk menyibak misteri pengalaman
Atau tentang kembara sanubari temanku itu”

