Jejak langkahku belum seberapa, jika dibandingkan dengan mereka yang sudah memutih rambutnya atau yang sudah tipis rambutnya. Meskipun demikian, aku pantas untuk sujud menyembah-Nya dengan segala kesadaran yang kumiliki.
Kubuka mataku dengan lebar, Tuhan telah bekerja dengan memanggilku jadi Imam. Kubuka hatiku dengan lebar, Tuhan telah mencurahkan kasih-Nya tanpa pernah mengering. Aku juga membuka pikiranku dengan lebar, Tuhan telah mengirimkan Roh Kudus-Nya, supaya aku bisa berpikir dan mengajar iman kepercayaan kepada umat beriman dengan bijaksana dan benar.
19 Tahun lalu, aku sujud menyembah-Nya di salah satu kamar Rumah Retret La Verna Padang Bulan, Pringsewu, Lampung. Saat itu aku membayangkan akan berjalan menuju altar suci Gereja Katolik Santo Pius X Gisting dan siap dengan tahbisan suci yang hendak kuterima.
Begitulah, jalan ini tetap kupilih, sebab di jalan ini, aku mempunyai banyak kesempatan untuk sujud menyembah-Nya. Di jalan ini, aku telah dipertemukan dengan banyak orang yang menginspirasi hidupku. Aku telah berjumpa dengan orang-orang yang hebat. Aku juga telah menerima berkat demi berkat yang tidak terhitung banyaknya. Semuanya itu kuterima dengan penuh syukur dan tidak lupa untuk berbagi.
Aku bersyukur dan sujud menyembah-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

