Red-Joss.com – Banyak orang sungguh merasakan kekuatan dahsyat di saat kepepet. “Power of kepepet”, orang yang kepepet itu mampu melahirkan hal yang hebat dan spektakuler.
Di saat kepepet, tiba-tiba muncul tenaga, ide kreatif yang mengalir, atau kita makin gesit dan terampil dalam melakukan suatu pekerjaan. Kita seperti jadi orang lain. Padahal, faktanya tidak seperti itu.
Sesungguhnya, selama ini kita belum mengeksplorasi kemampuan diri, baik bakat, talenta, dan olah pikir kita secara maksimal.
Sesungguhnya, selama ini kita cenderung pasif dalam menyikapi tantangan dan persoalan hidup ini. Kita berserah pasrah pada Allah, tapi tidak giat dalam berusaha dan berjuang untuk mewujudkannya.
Sesungguhnya, bisa juga kita tinggi hati, menganggap remeh dan menyepelekan masalah, atau menunda-nundanya. Akibatnya, ketika masalah itu menggurita, kita jadi kaget, terpojok, dan kalang kabut.
Sesungguhnya, bisa juga selama ini kita malas dan bergantung pada orangtua atau orang lain. Ketika kita ditinggal mereka atau bantuan dihentikan, kita jadi kepepet. Yang sadar diri segera bangkit, tapi pribadi yang tidak siap dan malas, bakal putus asa dan terpuruk.
Panen di Saat Sulit
Sesungguhnya, tidak ada gunanya kita meremehkan suatu masalah, menunda-nunda, atau bermalas-malasan.
Orang bijak itu bertanggung jawab dengan hidupnya. Karena sesungguhnya, hidup ini anugerah Allah agar tidak disia-siakan, tapi didaya-gunakan. “Urip iku urup”.
Hidup yang didaya-gunakan agar kita memberikan yang terbaik dari hidup ini bagi sesama.
Dengan mengeksplorasi bakat, talenta, dan anugerah Allah, kita dituntut untuk jadi pribadi yang kreatif, inovatif, percaya diri dan mandiri.
Tak ada gunanya mengandalkan “power of kepepet”, lebih baik kita selalu siap siaga dan cekatan untuk mengantisipasi kemungkinan yang bakal terjadi.
Berani mengubah tantangan jadi peluang usaha itu hebat. Tapi lebih dahsyat lagi, jika di masa sulit itu kita sukses memetik panenan dari perjuangan kita dalam berwirausaha.
Pejuang tangguh itu teguh dalam iman, kokoh dengan pendirian, dan optimistis menatap harapan pada Allah.
Niat ingsun!
…
Mas Redjo

