Simply da Flores
…
1.
Mayoritas dalam sejarah peradaban
kaum pria mendominasi berbagai keputusan
Entah dalam urusan keluarga
Entah dalam hal adat budaya
Entah dalam bidang sosial ekonomi
Entah dalam hal akademis dan politik
Bahkan dalam urusan rohani
Budaya kaum lelaki terus membelenggu sejarah nasib perempuan
Tenaga, pikiran waktu dan hidup perempuan ternyata sangat menentukan kelangsungan hidup manusia
Setiap anak dikandung dan dilahirkan perempuan
Keluarga dirawat oleh perempuan
Seluruh jiwa raga perempuan diabdikan untuk kelangsungan hidup anak dan suami
Tetapi…
keputusan lebih banyak ditentukan kaum lelaki
Bahkan masalah lebih banyak dibuat kaum lelaki
di mana perempuan dan anak justru menjadi korbannya
2.
Masih terus gencar dikampanyekan
tentang kesetaraan gender – lelaki dan perempuan
Mungkin itu di negara modern
ada terobosan kesadaran dan perubahan budaya
Ada teriakan dan demo melawan ketidakadilan
Ada gerakan kaum perempuan menuntut haknya
Ada semacam ideologi feminis digaungkan
Tetapi
faktanya masih sungguh berbeda
nasib perempuan di berbagai komunitas suku bangsa dunia
terus dibelenggu lara nestapa duka
Secara alamiah memang berbeda
kodrat lelaki dan perempuan
Tidak ada yang meminta terlahir sebagai lelaki dan perempuan
Bahkan ada yang istimewa
Fisiknya lelaki tetapi perilaku hidupnya dominan perempuan
Fisiknya perempuan tetapi kelakuannya seperti lelaki
Ada pula kelompok yang disebut LGBT
Dan semua anak manusia dikandung serta dilahirkan perempuan
3.
Ketika mendengar perjuangan perempuan
agar ada “dunia tanpa luka”
Ada seberkas tanya menggelitik
bahkan sering menjadi gugatan kepada perempuan
“Ibu, itulah anak-anakmu
Anak-anak, itulah ibumu – perempuan”
Mengapa perempuan menggugat darah dagingnya?
Mengapa rahim yang mengandung dan buah dada yang menyusui justru melukai dan membalas lara derita kepada ibunya?
Apakah selama mengandung dan menyusui itu tidak bisa diajar kebijaksanaan dan nilai luhur kemanusiaan?
Jika perempuan tahu bahwa mengandung dan melahirkan itu sungguh mengancam keselamatan nyawanya
adakah perempuan yang mau menjadi ibu?
Jika dunia lebih banyak dikuasai kaum lelaki
mengapa para ibu tidak mencekik anak lelaki yang lahir dari rahimnya?
Adakah perempuan berbahagia tanpa hadirnya lelaki?
Mungkin ini soal cara memandang lara derita serta duka nestapa
karena penderitaan pasti dialami semua anak manusia
bukan saja kaum perempuan
Mungkin juga soal jumlah terima kasih dan syukur dalam setiap pribadi
atas nafas hidup yang diterima secara gratis
Masih perlukah perempuan memperjuangkan hak
dan mencari “dunia tanpa luka”
Apakah kaum lelaki tanpa luka lara derita?
4.
Perjuangan kaum perempuan terus bergelora
demi mengobati luka dan melerai belenggu
Ada rindu damba akan terlahir relasi setara lelaki dan perempuan
di mana tercipta ruang peradaban dan dunia tanpa luka
Ada hukum adat, hukum negara, HAM dan hukum agama
namun kasus kekerasan lelaki terhadap perempuan terus bertambah
Apa sebenarnya yang menjadi sumber penyebabnya?
Sejarah mencatat fakta bahwa
Anak gadis adalah putri luka dan air mata
Para ibu adalah rahim derita lara nestapa
Perempuan adalah putri darah dan kolam air mata
Surga di telapak kaki ibu
dan neraka membakar jiwa raganya
Tetapi…
Perempuan adalah emas murni kehidupan insani
Perempuan adalah permata dan berlian
Perempuan laksana mutiara alam dari kedalaman samudra
Perempuan itu pemilik matahari bulan dan bintang
Sang Pencipta pun takjub dan bersahabat dengan kaum perempuan
dalam relasi ajaib penuh misteri
Siapakah perempuan itu?
…

