“… di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” (Yoh 1: 26-27).
…
Yohanes Pembaptis dengan tulus mengungkapkan identitasnya, ketika ditanya apakah dia adalah Mesias, Elia, atau nabi yang akan datang. Dengan tegas dia menjawab, bahwa dia bukanlah salah satu dari mereka. Selain itu, dia menunjukkan sikap penuh hormat terhadap Yesus, meskipun dia memiliki banyak pengikut dan pengaruh yang besar.
Dengan rendah hati Yohanes Pembaptis menyatakan, bahwa dia tidak layak membuka tali kasut Yesus. Ini jadi pelajaran bagi kita tentang pentingnya mengenali dan memahami siapa diri kita di hadapan Tuhan dan peran kita dalam rencana Allah.
Dalam kehidupan ini, kita seringkali dihadapkan pada godaan untuk mengejar pujian dan pengakuan. Tapi Yohanes mengingatkan kita untuk selalu menempatkan Kristus di pusat hidup kita, mengakui keagungan-Nya dan segala sesuatu yang baik itu berasal dari-Nya.
Seperti Yohanes Pembaptis, kita dipanggil untuk jadi saksi yang setia, mempersiapkan jalan bagi Tuhan dalam hidup kita dan orang lain. Kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, menuntun orang lain kepada Kristus, sambil tetap rendah hati dan menyadari, bahwa semua yang kita lakukan itu tidak untuk pengakuan diri sendiri, tapi
demi kemuliaan Tuhan
…
Sr. M. Aileen, P. Karm
Kamis, 02 Januari 2025
1 Yoh 2: 22-28 Mzm 98: 1-4 Yoh 1: 19-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

