Simply da Flores
…
1.
Aku rebah dalam pelukan bulan
yang datang menghampiri sunyiku
Mungkin dia tahu isi gelora jiwaku
Mungkin dia paham sukacita nuraniku
Mungkin dia mengerti perasaanku
Mungkin dia rasakan geliat ragaku
Purnama tersenyum tanpa kata
tetapi goreskan seribu makna
Aku sedang menulis kisah kasih
Aku sedang melukis cerita cinta
Aku tuliskan lagu dan syair asmara
2.
Daya tubuhku dikuras tagihan kerja
demi menopang keluarga tercinta
sumber sukacita jiwa ragaku
Gelombang perasaanku laksana gemuruh lautan merangkul suka duka realitas
Pikiran mesti terus dikelola meraih rezeki cita dan cinta
Nurani yang biasa terluka
mesti berjuang diobati sendiri
Jiwa yang pasti lara derita
harus didandani tegar kokoh
Aku harus temukan jawaban hakiki untuk damai jiwa raga
3.
Agar kehidupanku menjadi bermakna
karena bisa memberi dan berbagi
selama nafas masih diberi Sang Ilahi
Aku sirami senyum
pada setiap suka duka
Aku rawat pribadi bersahabat dengan aneka ragam problema
Aku menganyam rindu damba
di tengah gelora galau rasa
Aku menenun pergulatan nurani dalam lajunya roda waktu
Aku belajar mencintai masalah
yang menguji prinsip sanubari
4.
Aku mesti terus melangkah
memeluk purnama meraih mentari
ditemani ribuan pesona bintang
“Hidup ini harus menjadi berkat”
Setiap detik mesti diberi keputusan
Setiap langkah menagih jejak arti
Bukan saja bagi diri sendiri
tetapi terutama bagi sesama saudara
untuk dikasihi dan dilayani
dengan apa yang aku miliki
“Selembar senyum dan sehelai doa
jika belum bisa membagi harta benda”
5.
Malam ini aku belajar
tersenyum bersama pesona purnama
yang datang memeluk jiwa ragaku
Malam ini aku belajar
menari bersama ribuan bintang
yang bernyanyi memuji Sang Ilahi
Malam ini aku mau bermimpi
mau kubangun pondok di pelataran angkasa
Tempat aku menulis pengalaman suka duka
dan indahnya misteri Sang Ilahi
dalam ziarah jiwa raga pribadi
“Siapakah aku ini?”

