Oleh : Ririz Seno
Red-Joss.com – Di masa perekonomian yang kurang bersahabat ini, gelombang PHK terjadi di mana-mana. Banyak industri dari Jabodetabek pindah ke Jawa Tengah, karena alasan tingginya UMR. Efek karambol pada kehidupan masyarakat cukup terasa, di antaranya pasar yang sepi, karena daya beli masyarakat yang turun, lemah, dan pengaruh ekonomi lainnya.
Di saat ekonomi yang melemah itu, lebih bijak, jika kita melakukan berbagai siasat, terobosan, atau membuat usaha sendiri sebagai ketahanan ekonomi keluarga.
Di mana-mana usaha rumahan makin berkembang, regulasi perijinan juga kian mudah.
Dengan berbekal usaha kecil semacam usaha rumahan mandiri dan Surat Keterangan Usaha dari Kelurahan, pelaku UMKM dapat mengajukan kredit modal usaha dengan bunga rendah.
Untuk memulai kredit awal, ada aturan pembatasan plafon jumlah pengajuan kredit. Kelak, ke depannya nominal limit akan terus meningkat, bila usaha rumahan itu makin berkembang maju.
Salah satu siasat yang cukup mudah ditekuni adalah kreativitas dalam memproduksi sabun cuci. Formula ini setiap hari dibutuhkan oleh semua rumah tangga. Bahan-bahannya mudah didapat di toko online atau kimia, dan harganya murah. Sehingga siapa pun dapat membuatnya.
Pada prinsipnya, semua sabun itu sama dalam hal proses reaksi saponifikasinya. Tapi berbeda dalam ‘treatment’ penambahan zat aditifnya. Hasil kualitasnya tidak kalah dengan sabun cuci piring merk ternama di toko besar. Sehingga dapat dijadikan sebagai usaha sampingan di rumah, dipasarkan ke sekitar kita, dan menggunakan merk sendiri pada kemasannya.

Proses pembutan sabun cair cuci piring yang sangat sederhana dan tidak repot pembuatannya.
BAHAN SABUN CAIR CUCI PIRING :
- Texapon
- Garam Dapur
- Citric Acud (Asam Sitrat)
- Sodium Benzoat
- Amphitol (Foam Booster)
- Air isi ulang
- Pewarna kue
- Bibit parfum (lemon/jeruk nipis)
Peralatan :
- Ember plastik
- Pengaduk kayu
- Mixer (misal: mixer kue kecil)
- Timbangan
Prosedur :
1) Masukan ke dalam ember plastik secara berurutan : Texapon 1 kg, Amphitol 40 ml, NaCl 1/2 kg, Citric Acid 50 gr, Sodium Benzoat 25 gr, Amphitol 40 gr .
2) Ke dalam ember tersebut pelan-pelan dimasukan air isi ulang 5 liter, dengan tujuan agar busa yang timbul sedikit.
3) Setelah reaksi busa berhenti, aduk dengan mixer secara merata. Hentikan sebentar agar busa tidak begitu melimpah. Lalu aduk lagi sampai sempurna, sehingga menghasilkan larutan warna putih. Setelah itu tutup ember dengan kertas atau kardus, biarkan selama kurang lebih 9 – 12 jam (idealnya 12 jam).
4) Setelah 12 jam larutan di dalam ember akan berubah warna menjadi bening, karena penyempurnaan reaksi proses saponifikasi.
5) Kemudian, tambahkan air isi ulang kurang lebih 5 liter secara pelan-pelan, sambil diaduk dengan pengaduk kayu sampai rata.
6) Sambil terus diaduk pelan, tambahkan bibit parfum 100 ml (aroma jeruk nipis/lemon), pewarna kue satu tetes (untuk sabun cuci piring biasanya warna hijau atau kuning).
7) Sabun siap dikemas dalam botol atau plastik.
Dari toko online atau toko kimia, bahan bahan di atas mudah didapat. Contoh untuk harga per kilogram Texapone Rp 24.000, Amphitol Rp 28.000, Citric Acid Rp 25.000, Sodium Benzoat Rp 31.000, Garam Dapur Rp 6.000, Bibit Parfum jeruk/lemon Rp 30.000 per 100 ml.
Spesifik untuk bibit parfum biasanya agak berbeda kualitasnya, dalam arti 100 ml bibit parfum dari toko A , belum tentu sama dengan 100 ml bibit parfum toko B.
Adapun fungsi dari bahan secara umum dan sederhana adalah Citric Acid berfungsi sebagai pengangkat kotoran minyak lemak dan dis-infektan membunuh bakteri. Sodium Benzoat sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme bila sabun disimpan terlalu lama.
Dari harga harga bahan baku di atas, jika kita hitung secara detail, maka akan didapat biaya produksi yang murah, kisaran Rp 6.400 perliter.
Selamat mencoba kreativtas sederhana ini dan menghasilkan uang.
…
ririz seno


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.