Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Konsepsi diri, penentuan tujuan, nilai, dan keyakinan yang dipegang teguh seseorang.”
(Erikson)
…
Identitas Diri Anda
Saya dan Anda, biasanya akan dipandang oleh sesama berdasarkan: “identitas diri personal,” bahkan juga lewat KTP (Kartu Tanda Penduduk) Anda juga dianggap sebagai salah sebuah penanda identitas diri.
Siapakah Anda itu, dari manakah asalmu, kapan dilahirkan, apa jabatanmu, serta juga penanda-penanda lainnya.
Definisi Identitas
Identitas diri adalah suatu refleksi diri secara personal atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis, dan proses sosialisasi diri. Termasuk di dalamnya, “bagaimana persepsi orang lain terhadap diri kita.”
Jadi, pada dasarnya, bahwa sebuah identitas diri itu sangat melekat, menyatu, dan terintegrasi sebagai sebuah eksistensi personal yang jadi kekhasan seseorang.
Di dalam konteks ini, ternyata sebuah identitas diri personal itu sungguh sangat vital dan mutlak dimiliki.
Di dalam suatu dinamika hidup sosial dan proses hidup bermasyarakat, ternyata identitas diri itu mutlak diperlukan.
Di dalam hidup lewat proses berinteraksi dan bersosialisasi, Anda tidak sekadar mewakili keberadaan Anda secara personal, tapi juga sekaligus mewakili etnis dan kultur di mana dan dari mana Anda berasal.
Dalam hal ini, sungguh amat penting, bagaimana Anda bersosialisasi di dalam masyarakat kita yang multikultur ini.
Harga Diri Dipertaruhkan
Di dalamnya, keberadaan dan identitas diri Anda seolah-olah sedang dipertaruhkan di hadapan orang-orang lain. Anda diharapkan mampu menampilkan identitas diri yang dapat mewakili etnis dan kultur Anda.
Dalam arena hidup ini, Anda dan etnis serta budaya Anda akan turut dinilai, baik atau buruk oleh orang lain atas keberadaan Anda.
Maka, Anda adalah seorang ‘duta budaya’ yang akan mewakili identitas etnis serta kultur Anda. Juga tentu sangat membanggakan, jika ternyata keberadaan Anda dinilai baik dan beradab.
Sebaliknya, nama, reputasi Anda dan etnis serta budaya Anda akan dicap buruk, jika Anda tidak mampu menampilkan diri secara baik dan beradab sesuai tradisi serta adat dan budaya masyarakat umum kita.
Pesan-pesan Kearifan
Lewat roh dan amanat terselubung dari tulisan ini, semoga Anda sadar, bahwa “mengapa di saat kita akan bepergian atau berpindah tempat, kepada kita selalu dibekali petuah petiti berupa kata-kata bijak.”
“Jagalah dirimu baik-baik dan pegang teguh nama baik keluarga kita, Nak!”
“Tampilkan dirimu secara baik dan beradab serta jangan sekali-kali mempermalukan daerah kita!”
Menjaga dan merawat identitas diri adalah bagian penting dari keberadaan kita, kapan dan di mana pun kita berada.
“Kamu adalah saksi-Ku, hingga ke ujung bumi!”
(Amanat Sang Guru Agung).
…
Kediri, 30 Desember 2024

