Bagaimana dengan keluargamu? Jawabannya harus ini: “bahagia.”
Ada masalah? Jawabannya: ada
Bisa masalah ekonomi, relasi, atau masalah ini dan itu.
Apakah berat? Ya, kadang sampai tidak bisa tidur, karena memikirkan hal itu.
Sejatinya, apa pun masalahnya itu tidak harus diatasi sendiri, dihindari, dijauhi, atau ditinggal pergi. Tapi harus dihadapi bersama dan kompak untuk diselesaikan dengan baik.
Jika terjadi keretakan di tengah keluarga itu hanya bisa diperbaiki oleh cinta yang dimiliki oleh keduanya: suami dan isteri.
Cinta yang sudah disatukan itu mempunyai daya untuk menyembuhkan dan menguatkan. Bahkan cinta yang telah diberkati itu adalah Sakramen, yaitu tanda yang paling konkrit untuk menjalani hidup kekudusan.
Lewat perjalanan waktu, masing-masing keluarga mempunyai cara yang unik untuk menjaga tumbuhnya cinta dan kebahagiaan keluarga.
Ada keluarga yang mempunyai prinsip yang kuat, misalnya, “a smile is the best manner of respect we can show to make a person’s day more beautiful.“
Ada pula keluarga yang mempunyai cara jitu yang lain dengan mengatakan, “The family that prays together stays together.“
Tetapi jangan dilupakan yang satu ini: “Respect.” Keduanya harus saling menghargai. Contohnya Bunda Maria, “When she did not understand him, she pondered his words in her heart.” Yang jelas, perjalanan waktu telah membentuk keluarga jadi makin dewasa.
Para sahabat, saya selalu berdoa dan mengirimkan berkat untuk keluarga yang sedang menghadapi masalah. Apa isi doanya? Tergantung dari yang diminta oleh keluarga masing-masing.
Selamat merayakan “Hari Raya Keluarga Kudus.” Tetap dijaga dan ditumbuhkan kebahagiaan di tengah keluarga masing-masing. “Be happy family.”
Tentunya, ada banyak kenangan di tengah keluarga. Ada banyak kisah yang belum sempat dicatatkan?
Jika kenangan ini diceritakan kembali, bisa membuat tersenyum, tertawa, atau bahkan menangis tersedu-sedu.
Jika suatu kali kisahnya dicatat, maka akan jadi buku sejarah yang indah dengan pernik-perniknya yang indah pula.
Sekarang, banyak sahabat yang sudah berkeluarga. Cerita keluarga mereka juga unik. Sedangkan saya sudah memutuskan untuk tidak berkeluarga.
Tugas saya adalah mendoakan keluarga-keluarga, supaya bisa jadi kudus seperti Keluarga Kudus Nazareth.
Bagi yang belum berkeluarga. Disiapkan dan dipertimbangkan dengan baik agar kita dimampukan membangun keluarga kudus yang bahagia.
…
Macau, 29 Desember 2024
Rm. Petrus Santoso SCJ

