Jujur, siapa yang suka menangis?
Jujur, siapa yang sering menangis?
Jujur, siapa yang kehidupannya dipenuhi dengan tangisan?
Tangisanmu itu memiliki arti apa? Cinta, pengorbanan, kesedihan, tekanan hidup, kelemahan, banyak masalah, atau memiliki makna yang lain?
Yang paling berat adalah, ketika kita harus menahan tangisan, atau berpura-pura bahagia padahal hati kita menangis. Itu adalah pengalaman yang paling menyesakkan, karena kita seperti dipaksa bahagia.
Sekarang, kita fokus pada refleksi ini, yaitu kita menangis, karena telah ‘kehilangan’ pribadi-pribadi yang sangat kita kasihi.
Apa yang seharusnya kita lakukan? Berdoa saja? Itu belum cukup.
Yang harus kita lakukan adalah terus-menerus menumbuhkan pengharapan, bahwa suatu saat kita akan bersatu kembali.
Pada saat itulah tangisan kita dibayar oleh Tuhan dengan kebahagiaan.
Tapi sebaiknya, kita jangan terus-menerus menangis, karena Tuhan telah memberikan kekuatan kepada kita untuk jadi pribadi yang kuat. Please! Jangan menangis lagi. Cukup! Mari kita berserah kepada Tuhan dalam iman.
…
Macau, 28 Desember 2024
Rm. Petrus Santoso SCJ

