“Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta Ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati” (Mat 2: 14-15a).
Ketaatan Yusuf yang penuh iman dalam mengikuti kehendak Allah telah menyelamatkan kanak-kanak Yesus dari rencana jahat Herodes yang ingin membunuh-Nya.
Dalam kehidupan saat ini, kita juga dapat melakukan kehendak Allah dengan pelbagai macam cara dan kesempatan. Allah memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Apakah kita siap melakukan kehendak-Nya tanpa pamrih? Apakah kita rela mengorbankan sedikit waktu untuk berdoa bagi keselamatan jiwa sesama yang sangat membutuhkan di tengah kesibukan kita?
Ingatlah, bahwa kuasa doa yang kita panjatkan dari ketulusan hati yang terdalam dapat menjadi alat keselamatan yang ampuh untuk menghancurkan dan menggagalkan rencana jahat si Iblis yang tampak dalam figur-figur Herodes zaman now untuk membunuh jiwa-jiwa yang tak berdaya. Misalnya: tindakan kekerasan terhadap anak-anak, aborsi, eutanasia, dan sebagainya.
…
Sr. Rosemary, P. Karm
Sabtu, 28 Desember 2024
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
Hari Keempat dalam Oktaf Natal
1 Yoh 1: 5-2:2 Mzm 124: 2-5.7-8 Mat 2: 13-18
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

