Yoh. 20: 2-8
“Menjadi seorang pengikut itu biasa, tapi mendapatkan cinta dan kepercayaan dari yang diikuti adalah bukti ikatan cinta yang tulus. Maka balasan yang setimpal adalah kesetiaan dan komitmen.”
Kesetiaan dan cinta Yohanes selaku murid kepada Yesus, Sang Guru tidak terbatas saat Yesus masih hidup, tapi di saat kematian memisahkan mereka pun, Yohanes tetap menunjukkan kecintaannya seperti tertulis dalam Injil hari ini: “Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya” (pasal 8).
Dari relasi Yohanes dengan Yesus, kita belajar untuk:
1) Apa pun keadaan seorang sahabat, hendaklah persahabatan tetap dijaga dan dilestarikan;
2) Komitmen untuk tetap setia dalam semua keadaan dan peristiwa adalah nilai persahabatan yang tidak dapat diukur dengan harta atau uang;
3) Seorang sahabat sejati adalah dia yang tetap berada di garda terdepan, ketika sahabatnya gagal dan jatuh, dan akan tetap berada di belakang layar, ketika sahabatnya meraih sukses;
Akhirnya yang tertinggal dari sebuah persahabatan adalah komitmen untuk tetap setia apa pun keadaan dan peristiwa yang dialami dalam persahabatan itu.
Monsignor RD Inno Ngutra

