Akhirnya, setelah lika dan liku persiapan serta perayaan Natal, dengan segala kemeriahan dan mungkin kesepian yang amat dalam, kutemukan, bahwa “The greatest gift we can ever receive isn’t found in the shops or under our Christmas tree. It is found in our loving family and true friends.“
Kebahagiaan itu sesungguhnya kita temukan, ketika bisa berkumpul dan bersapa dengan keluarga tercinta dan sahabat-sahabat.
Ternyata untuk Natal ini ada kebahagiaan lain yang kudapat … “Kangmas, sapaan njenengan sangat berarti dan semoga mengubah hidupku.”
Dia adalah sahabat mudaku. Dulu pernah muridku, yang lama tak berkabar. Natal ini menjawab salamku dan … ternyata hidupnya sedang sangat sulit.
“Tuhan, semoga Natal ini membuat dia punya daya lebih untuk melangkah.”
“Ojo nglokro, yo, Dik.” Jalani hidupmu dengan keberanian.
Salam sehat.
…
Jlitheng

